Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bikin Bangga! Seni Bela Diri Gongcik Asal Pati Resmi Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Redaksi Radar Kudus • Senin, 20 Oktober 2025 | 19:10 WIB
BERLATIH: Dua anak dari Desa Pagerharjo, Wedarijaksa, Pati memperagakan tarian Gong Cik di Sanggar Dolanan Tradisional Pati belum lama ini.
BERLATIH: Dua anak dari Desa Pagerharjo, Wedarijaksa, Pati memperagakan tarian Gong Cik di Sanggar Dolanan Tradisional Pati belum lama ini.

PATI – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Dua kesenian khas daerah ini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan.

Salah satunya adalah seni bela diri tradisional Gongcik, yang telah melalui proses seleksi dan sidang penetapan cukup panjang sebelum akhirnya diakui secara nasional.

Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Trevita Puspita Hadi, menjelaskan bahwa hasil sidang penetapan WBTB tahun ini membawa kabar gembira bagi masyarakat Pati.

Dari puluhan karya budaya yang disidangkan, dua di antaranya berasal dari “Bumi Mina Tani”.

“Jawa Tengah total ada 58 karya budaya yang disidangkan tahun ini. Dari Kabupaten Pati ada dua yang diajukan, dan kami bersyukur salah satunya, yaitu Gongcik, dinyatakan lolos dan resmi ditetapkan sebagai WBTB,” jelas Trevita.

Menurut Trevita, dengan penetapan tersebut, kini Kabupaten Pati memiliki semakin banyak karya budaya yang telah diakui secara nasional.

Sebelumnya, sudah ada beberapa tradisi dan karya budaya yang lebih dulu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Antara lain Tradisi Meron dari Desa Sukolilo, Batik Bakaran khas Kecamatan Juwana, Wayang Topeng Kedungpanjang dari Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, serta kuliner legendaris Sego Gandul yang menjadi ikon kuliner Pati.

“Kami berharap dengan status sebagai WBTB, kesenian dan tradisi ini bisa terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Penetapan ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga identitas budaya daerah,” imbuhnya.

Kini, dengan status resmi sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, seni Gongcik tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Pati, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan budaya nasional yang harus dijaga, dilestarikan, dan terus diperkenalkan kepada ge nerasi muda.

“Harapan kami, Gongcik tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga bisa tampil di berbagai ajang nasional bahkan internasional sebagai representasi budaya khas Pati,” papar Trevita.

Sementara itu, salah satu tokoh kesenian Gongcik dari Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Ahmad Fauzi, turut mengungkapkan rasa syukurnya atas pengakuan tersebut.

Ia berharap penetapan ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pelaku seni dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional.

“Kami sangat bersyukur Gongcik akhirnya diakui sebagai warisan budaya nasional. Namun, menjaga ekosistem seni budaya bukan hal mu dah. Diperlukan kerja sama antara seniman, masyarakat, dan pemerintah agar kesenian ini tetap hidup,” ungkap Fauzi.

Fauzi menjelaskan, hingga kini ke senian Gongcik masih terus dilestarikan oleh warga Desa Pasucen dan sekitarnya.

Seni ini merupakan perpaduan antara gerakan bela diri Jawa dan tarian tradisional, yang diiringi dengan alunan gong sebagai pengiring utamanya.

Sejarawan lokal sekaligus pendiri Sanggar Dolanan Tradisional Pati, Muhammad Toyyib, menambahkan bahwa Tari Gongcik berakar dari sejarah panjang perjuangan masyarakat Pati pada masa penjajahan Belanda.

“Pada masa kolonial, masyarakat dilarang mempelajari seni bela diri karena dianggap berbahaya bagi penguasa. Namun, para sesepuh di Pati menemukan cara kreatif untuk tetap melatih kemampuan bela diri dengan menyamarkannya dalam bentuk tarian. Maka lahirlah Gongcik, tarian yang sebenarnya sarat dengan teknik bela diri,” jelas Toyyib. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#generasi muda #seni bela diri #Gongcik #wbtb #disdikbud