PATI - Donasi untuk aksi 13 Agustus nanti kian bertambah. Jumlahnya puluhan ribu kardus air mineral.
Tumpukan dus bahkan meluber hingga alun-alun dan kantor DPRD. Suasana di sekitar Kantor Bupati Pati kini dipenuhi pemandangan tak biasa.
Sejak Senin (11/8) tumpukan kardus air kemasan mengular dari depan kantor bupati, melintasi halaman.
Bahkan merambat hingga ke depan Gedung DPRD dan Alun-Alun Pati.
Jumlahnya mencengangkan mencapai 14 ribu kardus, dari berbagai merek, dan masih terus bertambah.
Air mineral itu bukan untuk festival atau acara olahraga.
Melainkan untuk menyokong aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar 13 Agustus mendatang.
Gelombang donasi juga datang dalam bentuk lain roti, snack, buah-buahan membentuk barisan logistik yang siap menghidupi ribuan massa aksi yang bakal memadati pusat kota.
Di posko penggalangan donasi depan Kantor Bupati Pati, suasana tak pernah sepi.
Mobil bak terbuka, pick-up, hingga truk kecil silih berganti datang membawa kiriman.
“Bantuan bukan hanya dari Pati. Ada dari Jakarta, Yogyakarta, bahkan luar negeri,” kata Supriyono, yang akrab disapa Botok, salah satu inisiator demo.
Aksi ini lahir dari pernyataan Bupati Pati Sudewo dalam beberapa acara sebelumnya.
Saat itu, ia menantang publik, menyatakan tak gentar jika didemo oleh 50 ribu orang sekalipun, dan menegaskan tak akan mundur ataupun membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.
Tantangan itu rupanya direspons serius oleh warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
“Kami akan datang pada 13 Agustus. Bupati mengundang, dan sebagai rakyat Pati, kami ingin hadir,” tegas Teguh, salah satu koordinator aksi.
Dihubungi terpisah, koordinator aksi lain, Husain menyatakan, perkiraan masa yang berpartisipasi mencapai 100.000 orang lebih. Tak hanya warga Pati saja yang ikut.
“Banyak, Mas. 100 ribu orang lebih pokoknya,” ucapnya.
Penentuan hari unjukrasa itu pun tak asal-asalan. Dipilih berdasarkan hitungan.
“Kalau soal tanggal 13 itu ya karena menurut kami itu hari yang baik. Harinya cocok,” pungkasnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa