PATI - Dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702 salah satunya diadakan prosesi budaya dan pentas seni tradisional kethoprak.
Acara itu menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, tradisi Parang Garudo dari Desa Godo, Kecamatan Winong, resmi diangkat dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah.
Bupati Sudewo menekankan, pentingnya Desa Godo dan kisah Parang Garudo sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah berdirinya Kabupaten Pati.
Selama ini tidak pernah ada prosesi serupa yang diselenggarakan di Desa Godo pada peringatan Hari Jadi Pati.
"Parang Garudo adalah bagian dari sejarah Pati yang selama ini terlupakan. Kini kita angkat kembali karena ini adalah warisan penting," ujar Sudewo.
Dia menjelaskan, sejarah berdirinya Kabupaten Pati melibatkan dua tokoh utama. Yakni Parang Garudo dari Pati Selatan dan Carang Soko dari Pati Utara.
Kedua tokoh ini disebut sebagai figur yang berperan dalam melahirkan Kembang Joyo, sosok pemersatu yang kemudian dikenal sebagai Adipati Pesantenan, pendiri Kadipaten Pati.
Prosesi budaya ini, menurut Sudewo, bukan hanya simbol peringatan semata, tetapi juga bentuk edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai persatuan, keikhlasan, serta kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat diharapkan dapat tertanam kembali dalam kehidupan masyarakat Pati.
Sudewo juga menegaskan bahwa penghormatan kepada para leluhur tidak cukup hanya diwujudkan melalui pagelaran seni tradisional.
Lebih dari itu, tanggung jawab utama sebagai pemimpin adalah mewujudkan pemerintahan yang amanah dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
"Apakah penghormatan saya kepada Parang Garudo, Carang Soko, dan Kembang Joyo hanya dengan pentas kethoprak? Tentu tidak. Penghormatan tertinggi adalah saya harus menjadi bupati yang membangun Kabupaten Pati sebaik-baiknya," tegasnya.
Dengan dihidupkannya kembali prosesi budaya yang selama ini nyaris terlupakan, Pemerintah Kabupaten Pati berharap masyarakat semakin mengenal sejarah daerahnya, mencintai budayanya, dan bersatu untuk membangun Pati yang lebih maju dan sejahtera. (adr)
Editor : Mahendra Aditya