Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Rob Landa Tayu Pati, Ratusan Rumah dan Tambak Terendam

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 20 Juni 2025 | 22:39 WIB

 

KEBANJIRAN: Kades Tunggulsari, Tayu Setyo Wahyudi mengecek kedalaman banjir di desanya kemarin.
KEBANJIRAN: Kades Tunggulsari, Tayu Setyo Wahyudi mengecek kedalaman banjir di desanya kemarin.

PATI - Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Tayu merendam ratusan rumah dan tambak. Luasan yang terendam pun semakin bertambah.

Bencana ini bermula dari gelombang pasang laut yang menerjang kawasan RT 5. Awalnya, hanya 38 rumah yang terdampak.

Namun, curah hujan yang tinggi dan gelombang laut yang ekstrem memperparah situasi.

“Genangan air meluas hingga ke RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 4. Air dari arah barat yang seharusnya mengalir ke muara tertahan, lalu kembali menggenangi wilayah kami karena berbarengan dengan pasang tinggi pada 17 Juni,” ujar Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi Kamis (19/6).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang pasang tertinggi terjadi pada 24 Mei dengan ketinggian mencapai 1,55 meter.

Puncaknya terjadi pada 16 Juni saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Dampak dari bencana ini cukup besar. Sebanyak 253 rumah warga terendam air laut, disusul lahan tambak seluas 80 hektare yang ikut rusak.

Infrastruktur desa juga tidak luput dari kerusakan. Jalan desa sepanjang 1.200 meter dan jalan pertanian sepanjang 1.600 meter mengalami penurunan permukaan dan rusak parah.

Kerusakan diperparah oleh tumbangnya ratusan pohon mangrove, yang selama ini berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi dan gelombang laut.

“Ratusan pohon mangrove yang jadi pelindung alami kami tumbang. Ini memperparah dampak banjir,” lanjut Setyo.

Akibat banjir yang berkepanjangan, aktivitas warga lumpuh total. Beberapa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau ke rumah kerabat.

Namun, banyak pula yang memilih bertahan di rumah dalam kondisi seadanya.

“Kami sangat membutuhkan bantuan makanan, air bersih, obat-obatan, tempat tidur, dan perlindungan dari genangan air laut,” kata Setyo dengan suara lirih.

Sejumlah bantuan telah berdatangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirim logistik darurat.

Dukungan juga datang dari RS Sebening Kasih, RM Kembang Joyo Pati, serta individu seperti Bapak Dedy Gunawan.

Sementara itu, layanan kesehatan darurat dibuka oleh RS KSH dan Puskesmas Tayu 1 melalui posko kesehatan.

Pemerintah Desa Tunggulsari kini terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan darurat dan merancang solusi jangka panjang.

Setyo mengakui bahwa desanya memang berada di dataran rendah dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sehingga sangat rawan banjir rob.

“Kami sadar ini wilayah rawan. Tapi kami sangat berharap ada dukungan dari Pemkab Pati dan Pemprov Jateng untuk membangun infrastruktur penanggulangan jangka panjang,” harapnya. (Andre Faidhil Falah)

Editor : Ali Mustofa
#gelombang laut #pati #curah hujan #banjir rob #abrasi #bmkg