PATI – Penerapan pemberlakukan jam malam bagi pelajar di Kabupaten Pati dipastikan tidak akan mudah. Karena itu perlu peran orang tua untuk menyukseskan program tersebut.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati resmi memberlakukan jam malam bagi siswa dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kebijakan ini diterapkan melalui Surat Edaran (SE) No. 400.2.1/5 Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Bupati Pati, Sudewo, tentang Penguatan Karakter Anak melalui Pembiasaan di Lingkungan Keluarga dan Masyarakat.
Dalam surat edaran tersebut, para siswa diimbau untuk memanfaatkan waktu malam dengan belajar mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, kemudian beristirahat sejak pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono, mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi dan mendukung kebijakan ini, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
“Berdasarkan arahan Pak Bupati, kami berharap masyarakat dapat secara bersama-sama menjalankan jam malam ini sebagai bentuk pembiasaan positif,” jelas Andrik.
Andrik menegaskan bahwa implementasi kebijakan ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari RT, RW, perangkat desa, kepala desa, kecamatan, hingga level kabupaten.
Selain itu pihaknya menekankan pentingnya peran serta orang tua, khususnya saat anak berada di luar lingkungan sekolah. Menurutnya, tanpa dukungan orang tua, kebijakan ini tidak akan berhasil secara maksimal.
“Peran orang tua sangat krusial. Karena itu, perlu ada sosialisasi menyeluruh dari pemerintah hingga ke tingkat paling bawah,” pungkasnya.
Menurutnya, jam malam ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan mutu pendidikan serta pembentukan karakter anak, yang sangat penting untuk masa depan bangsa.
Ia juga menyebutkan adanya larangan penggunaan ponsel selama jam belajar agar siswa bisa lebih fokus.
Disdikbud Pati juga telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk menindaklanjuti surat edaran tersebut.
Baik dalam hal penguatan karakter siswa maupun kegiatan lain seperti gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menyanyikan lagu kebangsaan, serta pengaturan penggunaan gawai di rumah.
“Kami ingin dari awal siswa masuk sekolah hingga pulang, seluruh aktivitas mendukung pembentukan karakter positif. Harapannya, anak-anak di Pati tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter kuat,” jelas Andrik. (Achmad Ulil Albab)
Editor : Mahendra Aditya