PATI – Program mudik gratis bagi warga Pati yang merantau di Jakarta hampir mencapai kuota maksimal.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai 775 orang, hanya menyisakan 25 kursi dari total 800 kursi yang disediakan.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Nita Agustiningtias, berdasarkan laporan dari Badan Penghubung Jawa Tengah.
"Kami menyediakan 16 bus dengan kapasitas masing-masing 50 penumpang. Sampai saat ini, kuota yang tersedia untuk 800 orang sudah terisi 775 pendaftar," jelas Nita.
Program mudik gratis ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk membantu warga Pati yang bekerja di Jakarta dengan penghasilan di bawah rata-rata.
Sebanyak 15 bus dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Pati, sementara 1 bus lainnya merupakan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati.
Kriteria Penerima Manfaat
Nita menegaskan bahwa kriteria penerima manfaat program ini telah ditentukan oleh Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah
Prioritas diberikan kepada pekerja rumah tangga (ART) dan masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kriteria penumpang yang berhak mudik sudah ditentukan, seperti ART dan mereka yang berpenghasilan rendah," tambahnya.
Jadwal dan Rute Mudik
Pelepasan peserta mudik rencananya akan dilakukan oleh Bupati Pati, Sudewo, pada 25 Maret 2025 di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Pati.
Sementara itu, keberangkatan bus dari Jakarta akan dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 26 Maret 2025, dengan seremoni pelepasan oleh Gubernur Jawa Tengah.
Para pemudik diperkirakan tiba di Pati pada malam hari di tanggal yang sama.
Dukungan Kementerian Perhubungan
Selain 16 bus yang disiapkan Pemkab Pati, Kementerian Perhubungan juga akan menambah 20 bus untuk rute Jakarta-Pati.
"Bantuan 20 bus dari Kementerian Perhubungan sudah mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan," ujar Bupati Pati, Sudewo.
Dengan tambahan armada ini, diharapkan lebih banyak warga Pati yang bisa kembali ke kampung halaman dengan nyaman dan aman saat Lebaran.
Program ini juga diharapkan dapat meringankan beban warga Pati yang merantau di Jakarta, terutama mengingat kenaikan harga tiket transportasi yang selalu terjadi menjelang Lebaran.
Persiapan dan Pengawasan
Sebagai bagian dari persiapan mudik, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap armada bus di Terminal Kembang Joyo Pati.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Data Penunjang:
-
Total kuota mudik gratis: 800 penumpang.
-
Jumlah pendaftar hingga saat ini: 775 orang.
-
Jumlah bus yang disediakan: 16 bus (15 bus dari APBD Pati dan 1 bus dari Baznas Pati).
-
Tambahan armada: 20 bus dari Kementerian Perhubungan.
Program mudik gratis ini menjadi angin segar bagi warga Pati yang merantau di Jakarta, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.
Dengan kuota yang hampir penuh, program ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang kampung.
Namun, perlu diperhatikan bahwa program ini harus diikuti dengan pengawasan ketat terhadap keselamatan armada dan penumpang.
Pemeriksaan rutin terhadap kondisi bus serta koordinasi antarinstansi menjadi kunci sukses program ini.
Diharapkan, program mudik gratis ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga memicu inisiatif serupa di tahun-tahun mendatang.
Dengan demikian, semakin banyak warga Pati yang bisa merasakan kebahagiaan pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi. (adr)
Editor : Mahendra Aditya