Audiensi di Gedung DPR RI Senayan Jakarta ini untuk meminta kejelasan terkait kesejahteraan guru PAUD dan guru honorer yang masih memprihatinkan.
Turut hadir Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo bersama seluruh anggota, perwakilan guru, dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta sekretaris.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian beserta anggota.
Selain itu turut hadir Firman Soebagyo anggota DPR RI dapil Jateng 3 yang menjadi mediator dengan Komisi X yang membidangi masalah pendidikan.
“Alhamdulillah respons dari Komisi X DPR RI yang membidangi masalah Pendidikan ini cukup bagus. Sangat responsive memperhatikan nasib para guru yang sudah mendidik anak-anak kita ini,” ungkap Suhartini salah seorang anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Politisi asal PDIP ini menilai secara kesejahteraan para guru ini masih sangat memprihatinkan, karena gaji mereka hanya Rp 100 ribu dan dirapel selama tiga bulan.
“Kami sangat senang karena respons DPR RI bagus yang langsung memberikan surat kepada Kementerian Dalam Negeri. Agar pemerintah daerah bisa membantu melalui APBD, jangan membatasi untuk kesejahteraan guru. Memang harus diperhatikan kesejahteraannya karena para guru ini telah berjasa mendidik anak-anak generasi penerus,” papar perempuan yang akrab disapa Bu Asih ini.
Diketahui sebelumnya sejumlah guru PAUD di Kabupaten Pati pada Januari lalu menuntut agar ada tambahan bantuan kesejahteraan yang selama ini dianggap lebih rendah dibanding kabupaten tetangga.
Saat audiensi di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pati, para guru PAUD ini mengungkapkan tunjangan mereka hanya Rp 100 ribu per bulan.
Ketua PD Himpaudi Kabupaten Pati Siti Sudarwati mengungkapkan, tunjangan ini jauh dari tunjangan guru atau bantuan kesejahteraan (bankes) di kabupaten sekitar, yaitu Kudus dan Rembang. (aua/ali)
Editor : Noor Syafaatul Udhma