Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rayakan HUT ke-701, Pemkab Pati Berhasil Turunkan Kemiskinan Ekstrem

Andre Faidhil Falah • Rabu, 7 Agustus 2024 | 22:31 WIB
DUKUNG UMKM: Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro melihat salah satu produk UMKM di Plaza Pragola belum lama ini.
DUKUNG UMKM: Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro melihat salah satu produk UMKM di Plaza Pragola belum lama ini.

PATI – Kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pati turun drastic Beberapa tahun belakangan ini.

Tahun ini, penurunan penduduk miskin ekstrem mencapai tujuh ribuan jiwa.

Pada Rabu (7/8/2024) atau hari ini Bumi Mina Tani sudah berusia 701 tahun.

Pada momen hari jadi itu, pemerintah setempat menetapkan tema Bergerak Bersama untuk Pati Maju dan Sejahtera. Salah satunya menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengatakan, pada momen HUT ini pihaknya berharap Kota Mina Tani bisa maju dan sejahtera.

Untuk maju bersama, kata dia, perlu sinergitas antara masyarakat hingga pemerintah setempat.

Berbagai langkah diupayakan pihak untuk turunkan kemiskinan ekstrem.

Sampai saat ini, lanjut Henggar, langkah konkrit pemerintah yang telah dilakukan dalam menurunkan kemiskinan ekstrem.

Baik melalui APBD maupun dana CSR, Baznas, serta APBN. Salah satunya untuk penanganan RTLH. Bagian dari menangani angka kemiskinan ekstrem itu.

Henggar menambahkan, upaya untuk menekan angka kemiskinan ekstrem adalah dengan membantu rumah warga yang tidak layak.

Pemerintah hadir untuk membantu warga yang rumahnya tidak layak dibangunkan menjadi layak.

”Untuk yang miskin ekstrem di antaranya adalah kaitannya dengan rumah tidak layak huni. Rumah tidak layak huni juga kami tangani.”

”Juga jamban tak layak jadi layak, kami tangani,” terang Henggar.

Dengan pendampingan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) yang dilakukan oleh OPD secara bersama-sama, dapat mencapai sasaran dan target penanganan kemiskinan ekstrem di seluruh Kabupaten Pati secara lebih optimal.

Di samping itu, beberapa pabrik juga membuka lowongan kerja.

Menurut Henggar, dengan terserapnya tenaga kerja pada zona miskin ekstrem ini paling tidak akan dapat mengurangi pengangguran.

Sehingga dapat dipastikan angka kemiskinan ekstrem dapat turun dan hilang.

”Angka di kami masih kurang lebih 3 ribu sekian, namun demikian pada tahun ini kalau tidak salah akan dibuka (lowongan kerja) dari temen-temen HWI ( PT Hwaseung Indonesia / PT HWI 2 ) yang di Batangan. Mudah-mudahan ini nanti bisa menyerap tenaga kerja kita yang berada pada zona kemiskinan ekstrem,” harapnya. (adr/zen)

 

Editor : Ali Mustofa
#tenaga kerja #rtlh #pati #lowongan kerja #kemiskinan #rumah tidak layak huni #Bumi Mina Tani