Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Keluarga Wanita Asal Trangkil Pati yang Ditemukan Tewas di Dalam Kos Berharap Polisi segera Tangkap Pelaku Pembunuhan

Andre Faidhil Falah • Selasa, 2 Juli 2024 | 17:18 WIB

KEHILANGAN: Suasana duka sangat terasa di kediaman korban di RT 4 RW 8, Desa/Kecamatan Trangkil, tadi malam.
KEHILANGAN: Suasana duka sangat terasa di kediaman korban di RT 4 RW 8, Desa/Kecamatan Trangkil, tadi malam.

PATI – Yulaikha sudah 10 tahun merantau di Pati Kota. Mulai dari kerja salon, terakhir jualan nasi kucing. Keluarganya mendengar rumor jika korban open booking.

"Saya juga dengar kalau juga bekerja begitu (booking, Red). Tapi hanya dengar saja," jelas keluarga korban, Mustaqim.

Suasana duka di rumah orang tua Yulaikha terasa di kediaman korban di RT 4/RW 8 Desa/Kecamatan Trangkil, Pati, tadi malam.

Sebanyak 20-an kursi berwarna hijau berjejer di depan rumah sekaligus warung bakso itu. Ada sebelas orang duduk di bawah tratak.

"Bentar lagi mau tahlilan, mas. Habis isyak," tambahnya.

Yulaikha, sudah dimakamkan sejak seusai otopsi di RSUD RAA Soewondo Minggu (30/6).

"Habis otopsi langsung dimakamkan. Sekitar pukul 15.00 di tempat pemakaman umum (TPU) dekat rumah," imbuhnya.

Mustaqim mengenang adik iparnya, Yulaikha. Korban pembunuhan itu dikenal keluarganya sebagai sosok baik.

Sering membantu orang tuanya menjual bakso. Itu dilakukan korban ketika pulang dari Pati Kota.

"Kalau pulang sering membantu ayah. Kan jualan bakso di rumah," imbuhnya.

Yulaikha ini izin bekerja di Pati Kota sudah sepuluh tahun lamanya. Pernah kerja di salon. Terakhir jualan nasi kucing bersama kekasihnya, Catur.

"Sudah lama sekali. Sepuluh tahunan dia di Pati. Kemudian ia ikut pacarnya Catur jualan nasi kucing," terangnya.

Bagi Mustaqim, kekasihnya Yulaikha itu kerap ke rumah (di Trangkil). Dia kenal baik dengannya.

"Sudah biasa ngobrol sama saya. Sering ke rumah. Inginnya segera menikah tapi Caturnya belum siap," imbuhnya.

Pihak keluarga sebelumnya sudah meminta Yulaikha untuk kerja di rumah saja.

Namun dirinya tetap bekerja di Pati Kota. Apalagi Mustaqim juga mendengar kabar kalau adik iparnya itu booking (bo).

Dirinya baru tahu kepastian itu setelah Yulaikha meninggal. Informasi itu didapat dari teman-teman kosannya.

"Baru tahu pastinya tadi. Kemarin saya datang ke kosnya. Dikasih tahu teman kosnya," paparnya.

Kematian Yulaikha ini mengejutkan keluarganya. Tak ada firasat atau pesan tiba-tiba dapat kabar adiknya dibunuh. Belum lagi, suami Yulaikha baru saja meninggal belakangan ini.

"Belum genap 100 hari suami Yulaikha meninggal. Ini dapat kabar adik saya meninggal," paparnya.

Pihak keluarga tak menahu mengenai siapa pelaku dari pembunuhan itu. Harapannya, pihak kepolisian segera menemukan siapa pelakunya.

"Istilahe tidak kesusu (keburu-buru). Tapi penasaran saja siapa dan alasan dari pembunuhan itu," tandasnya. (adr/zen)

 

Editor : Ali Mustofa
#pembunuhan #meninggal #tewas #open booking #pati #polisi #kepolisian