Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tampilkan Ragam Kesenian Kearifan Lokal Desa, Festival Muria Raya di Jepalo Pati Berlangsung Meriah

Achmad Ulil Albab • Jumat, 22 Desember 2023 | 23:27 WIB

 

HEBOH: Penampilan encik di Festival Muria Raya di Desa Jepalo, Gunungwungkal.
HEBOH: Penampilan encik di Festival Muria Raya di Desa Jepalo, Gunungwungkal.

PATI – Festival Muria Raya kembali digelar pada Rabu (20/12) di Dukuh Dombyang Desa Jepalo.

Event Festival Muria Raya ke-3 ini, menampilkan beragam kesenian yang mengangkat kearifan lokal desa-desa di wilayah Pegunungan Muria ini.

Antara lain adalah grup musik Ki Ageng Qithmir Pati, Selawatan Taboh Jowo dari Desa Jepalo, penampilan encik (semacam gerakan seni pencak silat, Red).

Juga persembahan musik dan tari dari studio mendut, serta pengajian umum dari Kiai Aji Sutanto Mendut.

“Festival Muria Raya adalah upaya menerjemahkan olah raga, cipta, rasa, dan karsa warga desa. Wujudnya bermacam acara dan upacara serta jenis kesenian hadir jadi persembahan,” jelas Ketua Yayasan Festival Muria Raya Brian Trinanda K. Adi.

Lebih lanjut, Brian menjelaskan, kehidupan warga desa adalah kehidupan surga atau firdaus.

Sebagaimana gambaran firdaus dalam kitab suci, maka akan temukan kehidupan yang alami dan penghuninya asri dan murah senyum.

Murah sandang murah pangan, gemah ripah loh jinawi.

“Penuh nyanyian dan tarian. Paradesa (Nusantara), Prades (India), firdaus (arab) adalah satu akar kata satu makna. Warganya atau kawulawarga desa adalah pribadi yang merdeka sekaligus merdesa,” lanjut Brian.

Untuk diketahui even Festival Muria Raya ini berlangsung sejak 20 Mei lalu dengan berbagai kegiatan di Desa Tanjung Rejo, Margoyoso.

“Puncaknya berlangsung di Dukuh Dombyang, Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal. Selain melibatkan warga lereng Muria, khususnya warga Dombyang, acara melibatkan 80 seniman dan pegiat budaya dari Komunitas Studio Mendut dari Magelang," ujarnya.

"Digelar sepanjang hari mulai pukul 13.00 hingga pukul 01.00. Terdiri dari tiga acara utama, yakni Kirab Paseduluran dan Pagelaran Suluk Disrupsi pada siang hari, serta Jagong Srawung Gayeng pada malam hari,” paparnya.  (aua/war)

 

Editor : Ali Mustofa
#festival muria raya #kearifan lokal #pencak silat #pati #kesenian