PATI - Begini kondisi terkini di rumah mewah di Winong Pati usai digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Minggu (10/12) lalu.
Rumah mewah diduga berkaitan dengan dugaan keterkaitan korupsi yang menjerat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Muhammad Hatta.
Ketua RT setempat, Tri Pujianto tidak menampik adanya penggeledahan tersebut.
Meski demikian, dirinya mengaku tak tahu secara pasti terkait penggeledahan tersebut.
“Iya, memang punya perusahaan alat pertanian (alsintan). Lokasinya ada di Jalan Pati-Gembong,” katanya.
Tak tanggung-tanggung, proses penggeledahan rumah dua lantai itu pun belangsung berjam - jam.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, penggeledahan yang berlangsung tertutup itu dimulai pukul 12.45 hingga 15.39 WIB.
Sementara itu, saat Jawa Pos Radar Kudus berkunjung di rumah yang terletak di Gang Serayu pada Rabu (13/12).
Nampak, kondisi rumah tersebut masih tampak lengang.
Saat wartawan hendak meminta wawancara terkait penggeledahan oleh KPK itu, wartawan hanya diberi nomor WhatsApp saja.
“Orangnya lagi pergi, nanti bisa kontak ke nomor saya. Hape-nya rusak, kemarin tercebur ke air,” kata perempuan yang mengaku bernama Venta tersebut.
Sementara saat ditanya hubungan dengan yang bersangkutan, Venta mengaku sebagai sanak keluarga.
Diketahui pemilik rumah mewah tersebut merupakan milik pengusaha alat pertanian (alsintan) berinisial E.
Terpisah, penggeledahan itu juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian Pati, Niken Tri Meiningrum.
Namun, ia menegaskan bahwa penggeledahan tersebut tidak ada kaitannya dengan dinas yang dipimpinnya itu.
“Saya dengar juga memang demikian (digeledah, Red). Tetapi itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan dinas. Kita tidak ada tembusan atau info langsung,” katanya.
Editor : Dzikrina Abdillah