Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

60 Desa di Pati Terdampak Kekeringan, Pemkab Tetapkan Status Siaga Bencana

Achmad Ulil Albab • Kamis, 14 September 2023 | 21:57 WIB
Ilustrasi kekeringan
Ilustrasi kekeringan

PATI – Kekeringan sudah melanda desa-desa di Pati. Karenanya, pemkab menetapkan status siaga bencana.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, dampak kekeringan ini sudah melanda 37.114 jiwa.

Bencana kekeringan melanda di beberapa kecamatan di Kota Mina Tani. Di antaranya, Jaken, Winong, Pucakwangi, Jakenan, Gabus, Juwana, Kayen, dan Batangan.

”Kekeringan meluas. Lebih dari 60 desa yang tersebar di sembilan kecamatan,” terang Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya.

Karenanya, pemerintah setempat menetapkan status Kota Mina Tani ini siaga bencana. Pihaknya telah membahas hal itu dengan OPD terkait.

”Kabupaten Pati statusnya siaga bencana. Hal itu berdasarkan kondisi kekeringan di Pati,” jelasnya.

Menurutnya, kekeringan ini terjadi lantaran adanya fenomena elnino. Fenomena ini mengakibatkan terjadinya musim kemarau ekstrim. Lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

”Pada Mei, Juni, Juli itu sudah masuk kemarau. Puncaknya diprediksi Agustus dan September 2023. Bahkan bisa lebih,” tuturnya.

Hingga kini pihaknya masih memantau perkembangan cuaca terbaru dari BMKG.

Kata Martinus, setiap hari mendapatkan prediksi cuaca, namun ia menyebut BMKG tidak secara eksplisit menyebut puncak elnino.

Pihaknya melakukan berbagai langkah untuk menanggulangi bencana ini. Salah satunya dengan penyaluran bantuan air bersih.

”Untuk bantuan air bersih, kami sudah dropping sebanyak 331 tangki. Kami sudah menyiapkan bantuan,” tukasnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menambahkan, bagi desa yang terdampak kekeringan bisa berkomunikasi dengan pihak kecamatan setempat.

Hal ini untuk meminta bantuan air bersih.

”Pak camat nanti meneruskannya ke BPBD Pati. Sehingga nanti diusulkan dan diberikan dropping air bersih,” tandasnya. 

Pihaknya berharap dengan adanya bantuan air bersih ini dapat bermanfaat untuk warga terdampak kekeringan.

Pihaknya akan berupaya untuk membantu warga yang terdampak bencana ini. (aua)

Editor : Ali Mustofa
#siaga bencana #pati #air bersih #kekeringan #musim kemarau