Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ECA Fest Latih Anak Kurangi Gadget

A
BERANI: Siswa RA/TK mengikuti ajang ECA Fest dan menunjukkan keterampilannya di atas panggung di Gedung Laboratorium Terpadu Lantai 5 UIN Sunan Kudus, Rabu (3/6). (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
BERANI: Siswa RA/TK mengikuti ajang ECA Fest dan menunjukkan keterampilannya di atas panggung di Gedung Laboratorium Terpadu Lantai 5 UIN Sunan Kudus, Rabu (3/6). (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Advertisement

BAE - Sebanyak 21 RA dan TK dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus ambil bagian dalam Early Childhood Art Festival III (ECA Fest III) yang digelar di Gedung Laboratorium Terpadu Lantai 5 UIN Sunan Kudus, Rabu (3/6).

Festival ini menjadi ruang bagi anak usia dini untuk menampilkan kreativitas dan bakat melalui berbagai pertunjukan seni yang dikemas edukatif dan menyenangkan. 

Kegiatan yang berlangsung selama 3–4 Juni 2026 tersebut mendapat perhatian dari Bunda PAUD Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris.

Advertisement

Menurutnya, festival seni bagi anak usia dini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang mampu membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan sosial anak sejak dini. 

Endhah mengapresiasi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Kudus yang menghadirkan metode pembelajaran kreatif melalui seni pertunjukan.

Dalam kegiatan itu, anak-anak didorong untuk aktif bergerak, menari, bermain drama, hingga mengikuti fashion show sebagai bagian dari proses belajar. 

Advertisement

Menurutnya, pendekatan tersebut mampu merangkum berbagai aspek perkembangan anak. 

Selain mengasah kreativitas, kegiatan seni juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. 

“Ini termasuk pembelajaran yang sangat baik karena anak-anak didorong untuk percaya diri, tampil bersama teman-temannya, dan menunjukkan bakat serta minat yang dimiliki,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan semacam itu juga menjadi alternatif positif di tengah meningkatnya penggunaan gawai oleh anak-anak.

Advertisement
Editor : Andika Trisna Saputra

Artikel Terkait

Grobogan Siapkan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah

Grobogan Siapkan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah

GROBOGAN –Layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Grobogan telah tersedia di seluruh 280 desa. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk memperkuat strategi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.

Mengenal Dian Mayang Sari : Mengajar untuk Bertumbuh, Mendampingi Anak untuk Berkembang

Mengenal Dian Mayang Sari : Mengajar untuk Bertumbuh, Mendampingi Anak untuk Berkembang

Dian Mayang Sari seorang pengajar yang sudah berkarir dalam dunia pendidikan sebelum menempuh jenjang perguruan tinggi.

PAUD dan Penanaman Nilai-nilai Akhlak Sedari Dini

PAUD dan Penanaman Nilai-nilai Akhlak Sedari Dini

Untuk itu, support (dukungan) terhadap PAUD, adalah sebuah keniscayaan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas. Dukungan itu bisa diwujudkan melalui beragam gagasan (ide) dan lainnya, demi PAUD yang semakin baik di

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer