Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nilai Matematika TKA 2026 Terendah, Rata-Rata SD 43,41 dan SMP 40,34

N
Penulis: Nabila Agustin❯
Siswa yang sedang mengerjakan TKA 2026 (Radar Bali)
Siswa yang sedang mengerjakan TKA 2026 (Radar Bali)

Advertisement

RADAR KUDUS - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) sederajat.

Pengumuman yang disampaikan pada 26 Mei 2026 tersebut menjadi perhatian publik karena memperlihatkan gambaran kemampuan akademik siswa Indonesia, khususnya pada mata pelajaran Matematika yang masih menunjukkan hasil cukup rendah.

TKA tahun 2026 merupakan pelaksanaan pertama untuk jenjang SD dan SMP. Sebelumnya, asesmen serupa telah diterapkan pada jenjang SMA dan SMK sejak tahun 2025. Program ini dirancang sebagai alat ukur nasional untuk memetakan kemampuan akademik peserta didik secara lebih objektif dan komprehensif.

Advertisement

Berdasarkan data yang dirilis Kemendikdasmen, nilai rata-rata nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SD mencapai 60,14.

Sementara itu, nilai rata-rata Matematika hanya berada pada angka 43,41. Kondisi serupa juga terlihat pada jenjang SMP, di mana nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat sebesar 60,83, sedangkan Matematika memperoleh nilai rata-rata 40,34.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menyampaikan bahwa Matematika menjadi mata pelajaran dengan capaian terendah pada kedua jenjang pendidikan tersebut.

Advertisement

Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan numerasi peserta didik masih menjadi tantangan besar yang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah, guru, maupun orang tua.

Rendahnya capaian Matematika dinilai tidak terlepas dari perubahan karakter soal yang digunakan dalam TKA.

Berbeda dengan model evaluasi yang lebih menekankan pada hafalan atau penerapan rumus secara langsung, TKA dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). 

Dalam asesmen ini, siswa dituntut untuk memahami persoalan kontekstual, menganalisis informasi, serta mengubah permasalahan sehari-hari ke dalam model matematika sebelum menemukan solusi yang tepat.

Advertisement
Editor : Mahendra Aditya

Artikel Terkait

‎840 Siswa SMP Ikuti MAPSI Tingkat Kabupaten Blora

‎840 Siswa SMP Ikuti MAPSI Tingkat Kabupaten Blora

Sebanyak 840 siswa dari 106 SMP negeri dan swasta mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami atau MAPSI SMP tingkat Kabupaten Blora 2026. ‎Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, MAPSI tidak sek

Ada SMP di Grobogan Kurang 84 Siswa, Disdik: Kuota Sudah Disesuaikan dengan Ruang Kelas

Ada SMP di Grobogan Kurang 84 Siswa, Disdik: Kuota Sudah Disesuaikan dengan Ruang Kelas

GROBOGAN – Sebanyak 1.074 kursi di 32 SMP Negeri Kabupaten Grobogan masih belum terisi. Bahkan, SMP Negeri 1 Kedungjati masih kekurangan 84 murid, menjadi sekolah dengan sisa kuota terbanyak di Kabupaten Grobogan. Ko

Penerimaan Siswa Baru SMP 4 Bae Kudus Capai Kuota, Sekolah Perkuat Ekstrakurikuler.11

Penerimaan Siswa Baru SMP 4 Bae Kudus Capai Kuota, Sekolah Perkuat Ekstrakurikuler.11

SMP 4 Bae Kudus memastikan kuota 225 siswa baru terpenuhi. Tujuh calon siswa mundur karena faktor jarak, namun kuota langsung diisi peserta cadangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer