Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Takbir Keliling di Gembong Pati Diwarnai Adu Jotos, Begini Kata Polisi

Abdul Rokhim • Senin, 24 April 2023 | 02:52 WIB
DIAPRESIASI: Pihak MTsN 1 Pati memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di sekolahan belum lama ini. (MTSN 1 PATI FOR RADAR KUDUS)
DIAPRESIASI: Pihak MTsN 1 Pati memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di sekolahan belum lama ini. (MTSN 1 PATI FOR RADAR KUDUS)
PATI – Di balik kemeriahan takbir keliling pada malam Idul Fitri, Jumat (21/4) malam kemarin, kericuhan turut mewarnai sejumlah penyelenggaraan takbir keliling di Pati. Hal ini seperti yang terjadi di Desa/Kecamatan Gembong yang sempat viral di sosial media.

Kapolsek Gembong Iptu Lilik Supardi saat dikonfirmasi tak menampik peristiwa ini. Ia mengatakan peristiwa ini dipicu salah paham antarpemuda desa. Perkelahian itu akhirnya berujung damai.

”Salah paham saja itu. Tidak ada korban. Mereka itu teman sendiri dan akhirnya sudah damai sekarang,” jelas Iptu Lilik.

Namun dirinya tidak menjelaskan salah paham yang dimaksud. Iptu Lilik mengklaim tidak ada korban dalam peristiwa ini. Takbir keliling di Desa Gembong pun dilanjutkan oleh warga Desa Gembong dengan tertib dan aman setelah situasi dikendalikan oleh pihak keamanan.

Untuk diketahui perkelahian itu terlihat jelas dalam video yang dibagikan warganet itu, dalam video itu terjadi aksi pengejaran terhadap seseorang, tidak berselang lama langsung terjadi perkelahian. Terlihat seorang pemuda menjadi sasaran.

Dalam video singkat yang berdurasi 18 detik itu, terlihat sekelompok pemuda mengejar seseorang pemuda.

Mereka lalu memberikan bogem kepada pemuda itu. Kerumunan warga yang melihat acara takbir keliling itu hanya bisa menyaksikan kericuhan tersebut.

Meskipun hanya salah paham peristiwa itu patut disayangkan. Karena sering kali saat momen malam lebaran kerap terjadi peristiwa perselisihan khususnya saat kegiatan takbir keliling.

Hal ini sebelumnya juga disayangkan Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, pihaknya menilai takbir keliling yang melenceng dari tujuan utama berpotensi memicu terjadinya perkelahian atau tawuran antarpemuda.

"Karena itu lebih baik menghidupkan malam lebaran di masjid atau mushola masing-masing, dibandingkan dengan takbir keliling yang diisi dengan musik dangdut," paparnya. (aua) Editor : Abdul Rokhim
#gembong #pati #takbir keliling pati #takbir keliling #adu jotos