Kapolsek Gembong Iptu Lilik Supardi saat dikonfirmasi tak menampik peristiwa ini. Ia mengatakan peristiwa ini dipicu salah paham antarpemuda desa. Perkelahian itu akhirnya berujung damai.
”Salah paham saja itu. Tidak ada korban. Mereka itu teman sendiri dan akhirnya sudah damai sekarang,” jelas Iptu Lilik.
Namun dirinya tidak menjelaskan salah paham yang dimaksud. Iptu Lilik mengklaim tidak ada korban dalam peristiwa ini. Takbir keliling di Desa Gembong pun dilanjutkan oleh warga Desa Gembong dengan tertib dan aman setelah situasi dikendalikan oleh pihak keamanan.
Untuk diketahui perkelahian itu terlihat jelas dalam video yang dibagikan warganet itu, dalam video itu terjadi aksi pengejaran terhadap seseorang, tidak berselang lama langsung terjadi perkelahian. Terlihat seorang pemuda menjadi sasaran.
Dalam video singkat yang berdurasi 18 detik itu, terlihat sekelompok pemuda mengejar seseorang pemuda.
Mereka lalu memberikan bogem kepada pemuda itu. Kerumunan warga yang melihat acara takbir keliling itu hanya bisa menyaksikan kericuhan tersebut.
Meskipun hanya salah paham peristiwa itu patut disayangkan. Karena sering kali saat momen malam lebaran kerap terjadi peristiwa perselisihan khususnya saat kegiatan takbir keliling.
Hal ini sebelumnya juga disayangkan Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, pihaknya menilai takbir keliling yang melenceng dari tujuan utama berpotensi memicu terjadinya perkelahian atau tawuran antarpemuda.
"Karena itu lebih baik menghidupkan malam lebaran di masjid atau mushola masing-masing, dibandingkan dengan takbir keliling yang diisi dengan musik dangdut," paparnya. (aua) Editor : Abdul Rokhim