Total ada 150 peserta dari berbagai desa sekitar yang mengikuti kegiatan sosialisasi kebangsaan ini. Dalam kesempatan tersebut Riyanta membedah pentingnya Pancasila dalam kehidupan bernegara.
"Kita harus memahami Pancasila. Mulai dari sila pertama, negara ini penuh keberagaman. Mengakui 5 agama dan aliran kepercayaan. Karena itu kerukunan antar umat beragama harus dijaga dan ditegakkan," terang Riyanta.
Selanjutnya, sesuai dengan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab hendaknya masyarakat harus mengedepankan perasaan kemanusiaannya dalam setiap hal.
"Kemudian yang patut menjadi perhatian ini sila keempat. Soal permusyawaratan. Ini sering kali dalam hubungan bertetanggaan sering terjadi perselisihan. Mulai sekarang coba diselesaikan secara musyawarah sesuai nilai-nilai Pancasila. Jangan sedikit-sedikit langsung ke polisi. Soalnya kalau sudah dibawa ke ranah hukum seperti itu yang kalah jadi abu yang menang jadi arang," paparnya.
Ia berharap di tingkat desa ada semacam mediator yang bisa menyelesaikan perselisihan di antara warganya. “Ya nanti mungkin bisa ada semacam pendidikan dan pelatihan untuk memediasi permasalahan," imbuh Riyanta.
Sementara itu selain menyampaikan sosialisasi kebangsaan, Riyanta juga menerima keluhan-keluhan dari warga yang hadir. Warga yang hadir sangat antusias mengikuti sosialisasi kebangsaan ini. Kegiatan sosialisasi berjalan interaktif. Mereka mengajukan sejumlah pertanyaan hingga usulan program untuk disampaikan ke pusat.
"Saya berharap keberadaan kami bisa dimanfaatkan untuk membantu rakyat mengatasi masalah-masalah mereka sehari-hari," pungkasnya. (aua/war) Editor : Ali Mustofa