Ada 130 Juta Motor Bensin di Indonesia, Peluang Motor Listrik Disebut Masih Sangat Besar

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:36 WIB
Astra Motor
Ilustrasi foto para pengendara sepeda motor.

RADAR KUDUS - Meski sepeda motor berbahan bakar bensin masih mendominasi jalanan Indonesia, prospek kendaraan listrik roda dua dinilai masih sangat menjanjikan.

Dengan populasi motor konvensional yang mencapai sekitar 130 juta unit, Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar di dunia yang berpotensi mengalami transformasi menuju kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan.

Besarnya jumlah pengguna sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi alasan kuat sejumlah produsen global terus menanamkan investasi di Indonesia. Selain didukung pasar domestik yang besar, tren elektrifikasi kendaraan juga semakin diperkuat oleh upaya pemerintah mengurangi emisi karbon, menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.

Baca Juga: Jackson Koivun Ukir Sejarah, Menang Dramatis atas Scottie Scheffler di 3M Open 2026

Komisaris PT Sunra Asia Pacific Hi-Tech (Sunra Indonesia), Ismeth Wibowo, mengatakan Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi industri motor listrik. Menurutnya, populasi sekitar 130 juta motor bensin merupakan peluang besar untuk dikonversi secara bertahap ke kendaraan listrik.

Ia menilai, semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan motor listrik, semakin besar pula potensi penghematan konsumsi BBM nasional. Saat ini Indonesia masih mengalokasikan anggaran sangat besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, sehingga elektrifikasi kendaraan dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Selain faktor ekonomi, penggunaan motor listrik juga dinilai memberikan keuntungan dari sisi biaya operasional. Dibandingkan motor konvensional, kendaraan listrik memiliki biaya pengisian energi yang lebih rendah, perawatan lebih sederhana karena minim komponen bergerak, serta tidak menghasilkan emisi gas buang saat digunakan.

Meski optimistis terhadap prospek pasar, Sunra Indonesia belum mengungkapkan target penjualan secara spesifik. Perusahaan hanya menegaskan fokus mereka adalah memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan adopsi kendaraan listrik di Indonesia melalui berbagai model yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Viral Anak Menangis Kehilangan Ayah di Bali, Deretan Selebritas Kompak Serukan Stop Main Hakim Sendiri

Di sisi lain, Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) juga menilai industri roda dua listrik masih berada dalam fase pertumbuhan. Namun, laju peningkatannya diperkirakan tidak secepat beberapa tahun sebelumnya.

Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi, mengungkapkan target penjualan motor listrik pada 2026 dibuat lebih realistis, yakni sekitar 75.000 unit, meningkat sekitar 20.000 unit dibandingkan realisasi penjualan tahun 2025 yang berdasarkan data Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan mencapai 55.059 unit.

Menurutnya, pertumbuhan industri sangat bergantung pada berbagai faktor, mulai dari daya beli masyarakat, kesiapan infrastruktur pengisian daya, hingga kebijakan pemerintah terkait insentif kendaraan listrik.

Program bantuan pembelian motor listrik yang sebelumnya pernah diterapkan pemerintah dinilai terbukti mampu meningkatkan permintaan pasar. Namun, ketidakpastian mengenai kelanjutan insentif juga sering membuat calon konsumen memilih menunda pembelian sambil menunggu kebijakan resmi diumumkan.

Fenomena tersebut menciptakan kondisi wait and see, di mana masyarakat berharap harga motor listrik menjadi lebih terjangkau apabila subsidi kembali diberikan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi produsen karena dapat memperlambat penjualan dalam jangka pendek.

Meski demikian, pelaku industri tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi mencapai target Net Zero Emission 2060 serta mengurangi impor BBM.

Selain itu, pembangunan ekosistem baterai nasional, peningkatan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta berkembangnya industri komponen lokal diperkirakan akan memperkuat daya saing motor listrik di masa depan.

Dengan pasar motor konvensional yang masih sangat besar dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, peluang pertumbuhan motor listrik di Indonesia dinilai masih terbuka lebar.

Tantangan memang masih ada, tetapi kombinasi inovasi teknologi, dukungan kebijakan, serta investasi industri diyakini akan menjadi pendorong utama percepatan adopsi kendaraan listrik nasional.

Editor : Mahendra Aditya
motor listrik Indonesia pasar motor listrik 2026 motor bensin Indonesia Sunra Indonesia Aismoli