
Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini turut mendorong perubahan perilaku konsumen di sektor transportasi.
Salah satu dampaknya adalah meningkatnya minat masyarakat terhadap sepeda motor listrik sebagai alternatif yang lebih hemat biaya operasional.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia mencatat adanya lonjakan ketertarikan publik terhadap kendaraan listrik roda dua, terutama sejak harga energi global mengalami tekanan akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Perwakilan Aismoli menyebutkan bahwa indikator peningkatan minat tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah penerbitan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).
Sertifikat ini merupakan syarat penting sebelum kendaraan dapat dipasarkan secara resmi di Indonesia.
Sepanjang awal 2026, jumlah SRUT yang diterbitkan untuk sepeda motor listrik menunjukkan tren kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini mencerminkan adanya peningkatan kesiapan produsen dalam memenuhi potensi permintaan pasar.
Meski demikian, peningkatan minat ini belum sepenuhnya diikuti oleh lonjakan pembelian secara nyata.
Banyak konsumen masih berada pada tahap mempertimbangkan atau mencari informasi sebelum memutuskan beralih ke kendaraan listrik.




