RADAR KUDUS – Siapa yang tidak mengenal Mitsubishi Colt T120, kendaraan legendaris yang lebih akrab disebut sebagai Bagong?
Di era 1980-an hingga awal 2000-an, mobil ini menjadi pemandangan umum di jalanan Indonesia, baik sebagai angkutan barang maupun penumpang.
Diluncurkan pertama kali pada tahun 1975 sebagai penerus dari Colt T100, Colt T120 hadir dengan mesin 4G41 Neptune 86 berkapasitas 1.4 liter (1.378 cc), konfigurasi inline 4 silinder OHV.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 86 PS dengan torsi maksimum mencapai 115 Nm, serta menggunakan sistem penggerak roda belakang dengan transmisi manual.
Varian Pick Up dan Minibus
Mitsubishi Colt T120 tersedia dalam dua versi, yakni pick up untuk niaga dan minibus untuk angkutan penumpang.
Untuk versi minibus, Mitsubishi bekerja sama dengan sejumlah karoseri ternama seperti Adiputro, New Armada, dan Morodadi Prima, yang membuat bodi kendaraan sesuai kebutuhan konsumen.
Populer sebagai Angkutan Umum
Colt T120 sempat menjadi ikon transportasi, khususnya di Kota Yogyakarta, di mana kendaraan ini banyak dimodifikasi untuk menjadi angkutan mahasiswa.
Tidak hanya di kota besar, di wilayah pedesaan seperti Jepara dan Pati, mobil ini juga digunakan sebagai angkutan pasar dan pedesaan.
Pada akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an, masyarakat masih banyak mengandalkan Colt T120 sebagai kendaraan harian.
Ibu-ibu yang pergi ke pasar sering terlihat menaiki “Bagong” ini karena kapasitas dan keandalannya.
Kendaraan Komersial Ringan Andalan
Di masa kejayaannya, Mitsubishi Colt T120 dikenal sebagai mobil niaga ringan yang tangguh dan mampu membawa muatan cukup besar.
Daya tahan serta kemudahan perawatan membuatnya menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku usaha dan pengusaha angkutan.
Nama Bagong sendiri menjadi sebutan khas yang melekat di masyarakat.
Menjadikan mobil ini bukan sekadar kendaraan, tapi bagian dari budaya transportasi Indonesia di masa lalu.
Saat ini mobil Bagong ini sangat jarang ditemui di jalanan.
Hanya ada sedikit saja, kebanyakan varian pick up yang banyak dijumpai sebagai kendaraan pengangkut bahan material bangunan maupun hasil panen.
Editor : Ali Mustofa