RADAR KUDUS – Persib Bandung menjelma sebagai tim dengan pertahanan paling tangguh di Super League 2025/2026.
Sepanjang laga kandang musim ini, gawang Maung Bandung nyaris tak tersentuh.
Catatan impresif itu tak lepas dari peran bek asal Italia, Federico Barba, yang menjadi salah satu fondasi utama kokohnya lini belakang Pangeran Biru.
Baca Juga: Duel Panas Pekan ke-23: Persib Incar Tiga Poin, Madura United Berjuang Bangkit
Bermain di kandang sendiri, Persib seperti memiliki energi tambahan.
Di berbagai ajang yang diikuti, skuad racikan Bojan Hodak belum pernah menelan kekalahan saat tampil di hadapan Bobotoh. Persentase kemenangan mereka pun hampir sempurna.
Satu-satunya laga kandang yang gagal dimenangkan terjadi saat menghadapi Lion City Sailors pada partai pembuka AFC Champions League Two 2025/2026.
Kala itu Persib harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.
Namun di kompetisi Super League, rekor kandang Persib benar-benar tanpa cela.
Dari 11 pertandingan yang telah dilakoni di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Marc Klok dan kawan-kawan selalu keluar sebagai pemenang.
Tak hanya dominan dalam hasil akhir, statistik pertahanan mereka juga mencolok. Sepanjang musim ini di semua kompetisi, Persib baru kebobolan tiga gol di kandang.
Selain Lion City Sailors, hanya Manila Digger dan Borneo FC Samarinda yang mampu menjebol gawang Maung Bandung.
Manila Digger mencetak gol saat laga playoff ACL Two pada 13 Agustus 2025, meski akhirnya Persib tetap menang 2-1.
Sementara Borneo FC Samarinda menjadi satu-satunya tim Super League yang mampu mencuri gol di Bandung, tepatnya pada pekan keempat, 5 Desember 2025.
Meski sempat dibobol Joel Vinicius, Persib tetap mengakhiri laga dengan kemenangan 3-1.
Federico Barba menegaskan bahwa tak ada formula khusus di balik solidnya pertahanan tim.
Baca Juga: Kejar-kejaran Bak Film Aksi di Gunung Sahari Jakarta, Pengemudi Lawan Arus Diamankan Massa
Menurutnya, kekuatan tersebut lahir dari kerja kolektif seluruh pemain.
Ia menilai bertahan bukan hanya tugas bek dan penjaga gawang, melainkan tanggung jawab bersama.
Tekanan sejak lini depan, kedisiplinan lini tengah, hingga organisasi pertahanan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Barba juga mengakui bahwa persaingan di Super League musim ini sangat ketat. Setiap pertandingan terasa berat dan tak pernah mudah untuk diamankan.
Baginya, clean sheet memang menyenangkan, tetapi kemenangan tetap menjadi prioritas utama.
Sebagai pemain yang besar di kultur sepak bola Italia, Barba mengaku memiliki kebanggaan tersendiri jika timnya mampu menang tanpa kebobolan.
Namun ia tetap menekankan hal terpenting adalah mencetak gol lebih banyak daripada lawan.
Kini, ketangguhan lini belakang Persib kembali diuji saat menjamu Madura United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (26/2) malam.
Baca Juga: LPG 3 Kg di Blora Sulit Didapat, Pedagang Akui Sudah Tiga Hari Tanpa Pasokan
Laga pekan ke-23 itu menjadi krusial di tengah persaingan menuju gelar yang semakin memanas.
Persib harus tampil tanpa kehadiran Bojan Hodak di tepi lapangan.
Absennya sang pelatih sempat memunculkan pertanyaan soal stabilitas tim, terlebih rival terdekat, Persija Jakarta, terus memberi tekanan di papan atas klasemen.
Meski demikian, Barba memastikan kondisi ruang ganti tetap solid.
Ia menegaskan bahwa tim sudah terbiasa menghadapi berbagai situasi sepanjang musim dan tetap fokus pada tujuan bersama.
Baca Juga: Gas Melon di Pati Tembus Rp30 Ribu per Tabung, Pertamina Ungkap Dugaan Permainan Harga
Menurutnya, kekuatan utama Persib bukan hanya terletak pada instruksi pelatih, tetapi juga komunikasi dan rasa saling percaya antar pemain.
Dalam kondisi seperti ini, kebersamaan menjadi faktor paling menentukan.
Secara individu, performa Barba musim ini juga patut mendapat sorotan.
Ia menjadi salah satu pemain dengan akurasi umpan terbaik di skuad Persib, mencatat rata-rata 34,8 umpan sukses per pertandingan dengan tingkat keberhasilan 87 persen.
Catatan tersebut menunjukkan perannya bukan sekadar menghentikan serangan lawan, tetapi juga memulai alur serangan dari lini belakang.
Selain itu, ia juga termasuk tiga besar pemain dengan jumlah clearance terbanyak di tim, rata-rata 2,4 sapuan per laga.
Kombinasi ketenangan, akurasi distribusi bola, dan kemampuan membaca permainan membuatnya menjadi figur sentral dalam sistem permainan Persib musim ini.
Kenangan manis saat membungkam Madura United 4-1 di Gelora Ratu Pamelingan pun masih membekas.
Baca Juga: Dua Yayasan di Pati Tolak Program MBG Selama Ramadan, Begini Sikap Pemerintah
Dalam laga tersebut, Barba turut menyumbang gol dan tampil dominan sepanjang pertandingan.
Kini, dengan atmosfer GBLA yang kembali bergemuruh, Persib bertekad mengulang hasil positif tersebut.
Namun tekanan tetap ada, mengingat setiap laga terasa seperti partai final dalam perburuan gelar.
Barba dan rekan-rekannya memahami bahwa kesalahan kecil bisa berdampak besar.
Karena itu, disiplin, komunikasi, dan mentalitas juara menjadi kunci menghadapi tantangan ini.
Jika melihat konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim, optimisme tentu beralasan.
Persib ingin menjaga rekor kandang tetap sempurna dan memastikan langkah mereka menuju tangga juara tidak tergelincir di momen krusial.
Editor : Ali Mustofa