REMBANG – Manajemen PSIR Rembang kini tengah diliputi kecemasan hebat pasca-insiden kericuhan yang menodai laga leg kedua semifinal Liga 4 Jawa Tengah melawan Persak Kebumen di Stadion Krida, Kamis (12/2).
Meski dipastikan gagal melaju ke final setelah kalah agregat 1-3, fokus Laskar Dampo Awang kini beralih pada ancaman sanksi mematikan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Laga yang berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan tim tamu tersebut berubah menjadi mencekam saat peluit panjang dibunyikan.
Wasit lisensi FIFA, Dwi Purba Adi Wicaksana, menjadi sasaran kemarahan massa.
Tidak hanya dikejar dan dipukul oleh oknum suporter yang merangsek ke lapangan, sang pengadil lapangan tersebut dikabarkan sempat diinjak oleh oknum yang diduga melibatkan pemain dan official tim.
Manajer PSIR Rembang, Rosno, tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya saat ditemui awak media.
Baginya, ancaman sanksi diskualifikasi adalah mimpi buruk bagi persiapan tim yang sebenarnya tengah diproyeksikan untuk naik kasta.
"Saya sangat menyayangkan kejadian kemarin. Sebagai manajemen, saya sangat khawatir jika nantinya ada keputusan diskualifikasi. Ini membuat saya masih meraba-raba mengenai persiapan ke putaran nasional yang sudah di depan mata," ujar Rosno lesu.
Rosno berargumen bahwa kerusuhan tersebut pecah saat pertandingan telah usai, sehingga menurunnya tanggung jawab keamanan berada di tangan panitia penyelenggara.
"Kejadian itu kan setelah selesai pertandingan, jadi seharusnya itu bukan lagi ranah pemain atau tim, melainkan suporter. Harapan saya, sanksi nantinya lebih diarahkan kepada Panpel, bukan mematikan tim," tambahnya.
Beban PSIR kian berat mengingat rekam jejak disiplin mereka yang baru saja tercoreng.
Pada Januari 2026 lalu, kiper utama mereka, Raihan Alfariq, sudah dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup akibat aksi "tendangan kungfu" dalam laga melawan Persikaba Blora.
Tetap Berbenah di Tengah Ketidakpastian
Meski berada di bawah bayang-bayang sanksi, manajemen PSIR menolak untuk menyerah.
Langkah evaluasi teknis dan perburuan pemain baru tetap dijalankan demi menjaga asa di musim depan.
Rosno membeberkan bahwa pihaknya tengah membidik talenta baru untuk memperkuat tiga sektor krusial: penjaga gawang, winger, dan penyerang murni.
"Kami sudah bergerak menghubungi pemain dari Purwodadi dan Klaten. Kekurangan di posisi-posisi tersebut sudah kami petakan. Rencananya dalam minggu ini mereka akan kami panggil untuk menjalani trial di Rembang," ungkap Rosno. (ali)
Editor : Ali Mustofa