RADAR KUDUS - Laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta pada Jumat, 13 Februari 2026, ditutup dengan skor imbang 2–2.
Pertandingan berlangsung terbuka dengan empat gol tercipta dari kedua kubu.
Persik membuka keunggulan melalui sepakan terukur Jon Toral pada menit ke-31.
Tuan rumah kemudian menggandakan skor lewat eksekusi penalti Ezra Walian yang sukses menaklukkan kiper lawan.
Namun, PSIM menunjukkan mentalitas kuat. Ezequiel Vidal tampil sebagai pembeda dengan dua gol balasan yang memastikan Laskar Mataram membawa pulang satu poin.
Hasil ini membuat Persik kembali gagal mengamankan kemenangan penuh, sementara PSIM patut diapresiasi karena mampu bangkit dari tekanan.
Dari sisi individu, tambahan gol para pemain tentu ikut memengaruhi peta persaingan top skor, meski belum mengubah komposisi papan atas secara drastis.
Update Top Skor BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-20
Memasuki pekan ke-20 kompetisi, perebutan gelar top skor masih berlangsung ketat.
Tambahan gol dari laga Persik vs PSIM memang menambah koleksi beberapa pemain, tetapi posisi teratas tetap dikuasai nama-nama lama.
Berikut daftar sementara pencetak gol terbanyak:
- Maxwell – Persija Jakarta (12 gol)
- Dalberto – Arema FC (10 gol)
- Mariano Peralta – Borneo FC Samarinda (10 gol)
- David da Silva – Malut United FC (9 gol)
- José Enrique – Persik Kediri (8 gol)
- Alex Martins – Dewa United Banten FC (8 gol)
- Ciro Alves – Malut United FC (8 gol)
- Carlos França – Persijap Jepara (7 gol)
- Ruyery Blanco – PSBS Biak (7 gol)
- Joel Vinícius (7 gol)
Tambahan gol Ezra Walian maupun dua gol Vidal belum cukup mengatrol mereka ke jajaran elite top skor.
Namun, kontribusi tersebut tetap menjaga peluang mereka untuk menembus papan atas apabila konsisten dalam beberapa pekan ke depan.
Maxwell Masih Kokoh, Persaingan Belum Final
Striker Persija, Maxwell, masih menjadi pemuncak daftar dengan 12 gol.
Ia unggul dua gol atas Dalberto dan Mariano Peralta yang sama-sama mengoleksi 10 gol.
Selisih yang tidak terlalu jauh ini membuat persaingan tetap terbuka lebar.
Sementara itu, José Enrique dari Persik berada di posisi lima besar dengan delapan gol.
Konsistensinya menjadi kunci lini serang Macan Putih musim ini, meski timnya belum stabil dalam meraih kemenangan.
Beberapa faktor yang diprediksi akan menentukan perebutan sepatu emas antara lain:
- Konsistensi performa pemain inti, terutama mereka yang kini berada di tiga besar.
- Rotasi skuad dan jadwal padat, yang bisa memengaruhi menit bermain striker utama.
- Kondisi kebugaran, mengingat beberapa pemain sempat mengalami cedera, termasuk Ezra Walian yang kini kembali produktif.
Dampak Laga Persik vs PSIM pada Perebutan Sepatu Emas
Meski pertandingan berakhir imbang, duel ini tetap memberi warna dalam kompetisi individu. Dua gol Vidal mempertegas perannya sebagai ujung tombak PSIM musim ini.
Sementara Toral dan Walian menunjukkan bahwa Persik memiliki variasi pencetak gol, bukan hanya bergantung pada satu nama.
Namun secara klasemen top skor, belum ada perubahan signifikan di posisi puncak. Maxwell masih memimpin, dan pesaing terdekatnya tetap membayangi dengan jarak tipis.
Dengan kompetisi yang masih menyisakan banyak pertandingan, peluang untuk menyalip masih sangat terbuka.
Setiap gol di pekan-pekan krusial berikutnya bisa menjadi pembeda dalam perebutan gelar individu paling prestisius musim ini.
Laga Persik vs PSIM yang berakhir 2–2 menambah dinamika BRI Super League 2025/2026.
Gol dari Toral, Walian, dan dua gol Vidal memperkaya catatan individu, tetapi belum menggeser posisi puncak daftar top skor yang masih dipimpin Maxwell dari Persija.
Persaingan sepatu emas masih panas dan jauh dari kata selesai.
Dengan selisih gol yang relatif tipis di papan atas, satu atau dua pertandingan produktif saja bisa mengubah segalanya.
Editor : Mahendra Aditya