JAKARTA - Semifinal AFC Futsal 2026 antara Indonesia vs Jepang berubah jadi panggung adu nyali. Bukan cuma soal taktik, tapi juga mental. Dan sejauh ini, Timnas Futsal Indonesia tampil berani, percaya diri, dan bikin Jepang kelihatan nggak senyaman biasanya.
Dari menit awal sampai pertengahan babak kedua, satu pesan jelas terpancar: Indonesia nggak mau cuma jadi penonton sejarah. Mereka pengen bikin sejarah.
Babak Kedua Panas, Samuel Eko Bikin Jepang Deg-degan
Masuk menit ke-30, Samuel Eko lagi-lagi jadi biang kerok buat pertahanan Jepang. Kali ini bukan lewat gol, tapi pressing super agresif.
Samuel menekan Harada yang pegang bola di sisi kiri. Di saat bersamaan, gawang Jepang kosong karena Tabuchi naik terlalu jauh. Bola nyaris direbut Samuel dan hampir saja mengarah ke gawang kosong Jepang. Sayangnya, cuma berujung lemparan gawang. Tapi jelas, Jepang mulai panik.
Jepang Dapat Peluang, Tiang Gawang Jadi Penyelamat Indonesia
Jepang coba bangkit lewat bola mati. Tendangan bebas Yusei Arai meluncur keras… tapi cuma berakhir kena mistar gawang. Bunyi “duk!” dari tiang gawang jadi napas lega buat Indonesia.
Itu jadi sinyal bahaya. Jepang memang tertinggal, tapi belum habis.
Lapangan Memanas, Pemain Saling Senggol
Menit ke-28, tensi naik level. Mochammad Iqbal melanggar Shunta Uchida dan situasi langsung panas. Dorong-dorongan terjadi, Ryoto Kai terlibat adu fisik dengan Ardiansyah Nur, dan bangku cadangan Indonesia ikut bereaksi.
Wasit turun tangan, laga lanjut, tapi atmosfer sudah beda. Ini bukan lagi sekadar semifinal—ini perang mental.
Jepang Mulai Kehabisan Ide, Indonesia Justru Makin Ngegas
Tekanan konstan dari Indonesia bikin serangan Jepang pelan-pelan kehilangan arah. Samurai Biru jadi ragu naik terlalu jauh karena takut kena counter attack cepat.
Sebaliknya, Indonesia justru makin pede. Serangan balik beberapa kali nyaris bikin Jepang kebobolan lagi.
Brian Ick hampir mencatatkan gol spektakuler di menit ke-27. Sepakan kaki kirinya dari luar circle meluncur keras… tapi sayang, bola menghantam mistar gawang Jepang. Tipis banget!
Jepang Andalkan Kiper, Tabuchi Ikut Naik Terus
Tertinggal dua gol bikin Jepang nekat. Kiper Hiroshi Tabuchi makin sering meninggalkan gawang dan ikut build up serangan.
Risikonya besar, tapi Jepang sudah nggak punya pilihan lain. Indonesia pun pintar membaca situasi, siap mencuri bola kapan saja.
Gol Bunuh Diri! Indonesia Unggul 2-0
Momen krusial datang di menit ke-23. Indonesia kembali bikin kejutan.
Ardiansyah Nur mengirim bola ke depan, Brian Ick mencoba menyambut. Tapi Takehiro Motoishi salah antisipasi. Bola justru membentur dirinya dan masuk ke gawang sendiri.
GOOOLLL!
Indonesia unggul 2-0.
Jepang terpukul. Garuda Futsal makin di atas angin.
Habiebie Lagi-lagi Jadi Tembok
Setelah gol kedua, Jepang mencoba all-out. Uchida dapat peluang lewat tembakan kaki kanan, tapi Ahmad Habiebie lagi-lagi tampil dingin. Blocking pakai kaki kanan, bersih.
Habiebie konsisten sepanjang laga. Setiap kali Jepang dapat ruang, selalu ada Habiebie di jalur terakhir.
Pertahanan Indonesia Solid, Jepang Dipaksa Nembak Jauh
Awal babak kedua jadi bukti disiplin Indonesia. Jepang kesulitan menembus area berbahaya dan dipaksa ambil opsi tembakan jarak jauh.
Brian Ick bahkan sempat memblok tembakan Yamanaka di menit ke-22. Semua pemain Indonesia kerja keras, nutup ruang, dan nggak kasih Jepang napas.
Iqbal Hampir Nambah Gol
Indonesia hampir menjauh di menit ke-21. Israr Megantara kirim umpan mendatar dari sisi kiri, langsung disambar kapten Mochammad Iqbal.
Sayang, Tabuchi masih sigap. Eksekusi Iqbal ditepis pakai kaki.
Babak Pertama: Indonesia Sudah Kasih Sinyal
Sebelumnya, di babak pertama, Indonesia sudah lebih dulu bikin Jepang ketar-ketir. Gol pembuka Samuel Eko di menit ke-12 jadi pemicu segalanya.
Sepakan kaki kiri dari luar circle, VAR sempat turun tangan, tapi wasit mengesahkan gol. Indonesia unggul 1-0 dan mental Jepang mulai goyah sejak saat itu.
Jepang Dominan Bola, Tapi Indonesia Dominan Mental
Secara penguasaan bola, Jepang memang lebih unggul. Tapi futsal bukan cuma soal pegang bola.
Indonesia rapat di belakang, disiplin, dan sabar. Setiap peluang Jepang selalu mentok. Bahkan dua kali tiang gawang menyelamatkan Indonesia dari kebobolan.
Brian Ick sempat bikin deg-degan setelah tergeletak sambil pegang betis kanan—cedera lamanya kambuh. Tapi ia kembali bermain, simbol bahwa Indonesia nggak mau menyerah.
Motoishi Memperkecil ketinggalan
Motoishi membayar kesalahannya dengan mencetak gol lewat sepakan kerasnya. Habiebie mampu menepis namun bola bergulir masuk ke gawang Indonesia. Skor jadi 2-1 masih untuk keunggulan Indonesia.
Editor : Mahendra Aditya