Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Klasemen Liga 2 Championship 2025/2026: Garudayaksa Puncaki Grup A, Tapi Ancaman Nyata Datang dari Adyaksa FC

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 2 Februari 2026 | 07:08 WIB
Klasemen liga 2 grup Barat dan Timur
Klasemen liga 2 grup Barat dan Timur

RADAR KUDUS - Putaran kedua Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 resmi ditutup pada pekan ke-18.

Namun, alih-alih menjadi garis akhir, fase ini justru membuka babak baru yang jauh lebih menentukan.

Di Grup A (Wilayah Barat), persaingan bukan hanya soal poin, melainkan tentang siapa paling siap secara mental, manajemen, dan konsistensi menghadapi putaran ketiga.

Berakhirnya putaran kedua menyajikan satu kesimpulan penting: klasemen tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan sesungguhnya.

Beberapa tim berada di posisi aman, tapi rapuh. Sebaliknya, ada pula tim yang secara matematis tertinggal, namun menyimpan potensi kejutan.

Baca Juga: Jadwal Padat Liga 2 Championship 2025/2026: Poin Ketat, Persaingan Panas

Tiga Kemenangan Penutup, Tapi Cerita Tak Sesederhana Itu

Pekan terakhir memperlihatkan Adyaksa FC, PSMS Medan, dan Persiraja Banda Aceh menutup fase kedua dengan kemenangan.

Hasil ini memberi dorongan psikologis signifikan, terutama bagi Adyaksa FC yang terus menempel ketat pemuncak klasemen.

Namun, kemenangan di laga pamungkas bukan jaminan dominasi. Beberapa tim yang kalah justru menunjukkan progres permainan lebih stabil sepanjang putaran kedua, meski tergelincir di akhir.

Bekasi City dan PSPS Pekanbaru misalnya, tampil inkonsisten di momen krusial—sebuah alarm keras menjelang fase lanjutan.

Empat laga lain berakhir tanpa pemenang. Hasil imbang ini mencerminkan satu hal: jarak kualitas antartim di Grup A makin menipis. Tidak ada lagi laga mudah, bahkan bagi tim papan atas.

Baca Juga: Liga 2 Championship 2025/2026: Format Baru, Update Klasemen dan Jadwal Lengkap

Garudayaksa FC di Puncak, Tapi Belum Aman

Garudayaksa FC menutup putaran kedua sebagai pemuncak klasemen dengan 34 poin. Secara statistik, mereka paling stabil. Namun, dominasi Garudayaksa lebih dibangun dari konsistensi bertahan, bukan agresivitas menyerang.

Di belakangnya, Adyaksa FC hanya terpaut satu poin. Tim ini justru tampil lebih progresif dalam transisi permainan.

Jika bicara momentum, Adyaksa FC arguably menjadi penantang paling berbahaya memasuki putaran ketiga.

Sumsel United berada di posisi ketiga dengan 31 poin. Meski jarang disorot, Sumsel United adalah tim dengan efisiensi tinggi—minim sorotan, tapi efektif mencuri poin di laga tandang.

Papan Tengah: Zona Abu-Abu Paling Berbahaya

Bekasi City dan Persiraja Banda Aceh sama-sama mengoleksi 27 poin. Secara matematis aman, namun secara performa belum stabil. Inilah zona paling rawan: terlalu jauh dari dasar, tapi belum cukup kuat untuk merasa nyaman.

PSMS Medan (26 poin) berada tepat di bawahnya. Klub bersejarah ini masih bergulat dengan konsistensi.

Kemenangan di pekan terakhir memberi napas, tapi jadwal tandang lebih banyak di putaran ketiga bisa menjadi batu sandungan serius.

Persikad 1999 Depok (23 poin) menutup fase kedua dengan posisi yang rawan. Mereka bukan tim terlemah, namun sering kehilangan poin akibat kesalahan elementer. Dalam format kompetisi yang lebih ketat, margin kesalahan semakin kecil.

Baca Juga: Klasemen Liga 1 Panas: Persib Nyaman di Puncak, Persija Tertekan, Borneo FC Siap Mengancam

PSPS Pekanbaru dan Ancaman Turun Kasta

PSPS Pekanbaru masih tertahan di papan bawah dengan 21 poin. Masalah utama Askar Bertuah bukan pada kualitas individu, melainkan ketidakmampuan mengunci laga penting. Berkali-kali unggul lebih dulu, tapi gagal mengamankan hasil.

Persekat Tegal (19 poin) juga berada dalam tekanan. Mereka kompetitif di kandang, namun rapuh saat tandang—sebuah masalah besar mengingat jatah laga tandang lebih banyak di putaran ketiga.

Sriwijaya FC: Krisis Berkepanjangan Tanpa Titik Balik

Sriwijaya FC tetap menjadi juru kunci dengan hanya 2 poin. Tanpa satu pun kemenangan hingga putaran kedua berakhir, tim asal Sumatera Selatan ini menjadi contoh nyata bagaimana konflik internal bisa menghancurkan performa di lapangan.

Masalah Sriwijaya bukan sekadar teknis, tetapi struktural. Tanpa pembenahan menyeluruh, putaran ketiga berpotensi hanya menjadi formalitas menyakitkan.

Putaran Ketiga: Regulasi Baru, Tantangan Baru

Liga 2 Pegadaian Championship musim ini belum selesai. Regulasi baru membuat kompetisi berlanjut ke putaran ketiga—fase yang akan benar-benar menentukan nasib promosi dan degradasi.

Lima tim teratas—Garudayaksa FC, Adyaksa FC, Sumsel United, Bekasi City, dan Persiraja Banda Aceh—akan menjalani lima laga kandang dan empat tandang. Keuntungan ini bisa krusial, tapi hanya jika dimaksimalkan.

Sebaliknya, PSMS Medan, Persikad 1999 Depok, PSPS Pekanbaru, Persekat Tegal, dan Sriwijaya FC harus menghadapi empat laga kandang dan lima tandang. Tekanan psikologis dan fisik akan jauh lebih besar.

Klasemen Bisa Menipu

Putaran kedua telah selesai, namun narasi besar Liga 2 Pegadaian baru dimulai. Klasemen hanyalah angka; kesiapan tim menghadapi tekanan putaran ketiga akan menjadi faktor pembeda sesungguhnya.

Di Grup A, tidak ada dominasi mutlak. Satu kesalahan kecil bisa mengubah arah musim. Dan di kompetisi seketat ini, yang bertahan bukan selalu yang terbaik—melainkan yang paling siap.

Editor : Mahendra Aditya
#klasemen Liga 2 Grup barat #klasemen liga 2 #klasemen Liga 2 Grup Timur #Liga 2 Pegadaian Championship #Liga 2