RADAR KUDUS - Sepak bola kasta kedua Indonesia resmi memasuki era baru.
Liga 2 kini berganti nama menjadi Championship 2025/2026, sebuah transformasi yang bukan sekadar kosmetik, melainkan juga menyentuh format dan dinamika kompetisi.
Musim ini mulai bergulir sejak 12 September 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 10 Mei 2026.
Sebanyak 20 tim ambil bagian, dibagi ke dalam dua grup besar, Grup A dan Grup B. Sejak pekan awal, Championship langsung menyajikan persaingan ketat, skor-skor mencolok, serta drama panjang yang membuat setiap pertandingan bernilai krusial.
Format Kompetisi yang Menguras Fisik dan Mental
Championship 2025/2026 menggunakan sistem triple round robin di babak pendahuluan.
Artinya, setiap tim harus saling bertemu tiga kali, sebuah format yang menuntut konsistensi, kedalaman skuad, dan kesiapan mental sepanjang musim.
Pemuncak klasemen akhir dari masing-masing grup dipastikan mengantongi tiket promosi ke Liga 1 dan akan saling berhadapan di partai final untuk memperebutkan gelar juara Championship.
Sementara itu, tim runner-up harus menjalani laga play-off promosi demi satu slot tersisa ke kasta tertinggi.
Di sisi lain, papan bawah juga tak kalah menegangkan. Tim juru kunci setiap grup otomatis terdegradasi, sedangkan satu tiket degradasi tambahan diperebutkan lewat play-off antar tim peringkat bawah.
Grup A: Garudayaksa FC Tampil Paling Stabil
Persaingan di Grup A berjalan sangat kompetitif. Garudayaksa FC muncul sebagai pemimpin klasemen dengan 34 poin dari 18 pertandingan.
Mereka unggul tipis atas Adhyaksa FC yang mengoleksi 33 poin dan terus menempel ketat.
Sumsel United, FC Bekasi City, dan PSMS Medan juga masih berada dalam jalur persaingan, meski mulai tertinggal secara matematis.
Konsistensi menjadi pembeda utama di grup ini, terutama saat jadwal padat mulai menguras tenaga pemain.
Di dasar klasemen, Sriwijaya FC menjalani musim yang berat. Rentetan hasil negatif membuat mereka terpuruk dengan selisih gol ekstrem dan nyaris mustahil keluar dari zona degradasi tanpa keajaiban.
Grup B: Duel Tradisional dan Ambisi Promosi
Grup B tak kalah panas. Persipura Jayapura dan Barito Putera berbagi posisi teratas dengan raihan 37 poin. Kedua tim sama-sama menunjukkan karakter kuat dan pengalaman matang dalam menghadapi tekanan kompetisi panjang.
PSS Sleman menguntit di posisi ketiga dengan 36 poin, hanya terpaut satu angka dari dua pemimpin klasemen.
Deltras FC dan Kendal Tornado FC turut meramaikan papan atas, menjadikan Grup B sebagai salah satu grup paling kompetitif sepanjang musim.
Di sisi bawah, PSIS Semarang, Persiba Balikpapan, dan Persipal Palu harus berjuang keras demi menghindari degradasi. Setiap poin menjadi penentu hidup-mati.
Jadwal Padat dan Skor-Skor Mencengangkan
Championship musim ini dikenal brutal. Jadwal yang rapat membuat rotasi pemain menjadi kunci.
Tak sedikit laga berakhir dengan skor mencolok, termasuk kemenangan telak 15-0 Adhyaksa FC atas Sriwijaya FC yang langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional.
Hasil-hasil ekstrem ini mencerminkan jurang kualitas antar tim, sekaligus menjadi alarm bahwa Championship bukan kompetisi yang ramah bagi tim yang datang tanpa persiapan matang.
Putaran Ketiga dan Fase Penentuan
Meski telah memasuki pekan ke-18, kompetisi belum memasuki puncaknya.
Babak pendahuluan putaran ketiga, play-off promosi, laga degradasi, hingga partai final masih menunggu penetapan jadwal resmi dari operator liga.
Fase inilah yang diyakini akan menjadi titik kulminasi Championship 2025/2026. Tekanan, gengsi, dan ambisi bertemu dalam satu tujuan: promosi ke Liga 1.
Championship, Lebih dari Sekadar Liga 2
Championship 2025/2026 membuktikan bahwa sepak bola kasta kedua Indonesia tak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Atmosfer stadion, rivalitas antarklub, serta kualitas pertandingan menunjukkan bahwa kompetisi ini adalah ladang pembuktian bagi klub, pemain muda, hingga pelatih lokal.
Musim masih panjang, dan peta persaingan masih bisa berubah drastis. Namun satu hal sudah pasti: Championship 2025/2026 adalah musim penuh drama, emosi, dan cerita yang akan dikenang lama.
Editor : Mahendra Aditya