RADAR KUDUS - Liga 2 Championship 2025/2026 memasuki fase yang mulai memisahkan antara penantang serius dan tim yang terancam terseret arus degradasi.
Matchday ke-17 yang digelar sepanjang 23 hingga 25 Januari 2026 bukan sekadar rangkaian pertandingan rutin.
Pekan ini menjadi titik krusial yang bisa menggeser peta kekuatan, baik di Wilayah Barat maupun Wilayah Timur. Setiap gol bernilai lebih mahal, setiap kesalahan bisa berdampak panjang.
Seluruh laga dapat disaksikan melalui layanan live streaming Vidio, sementara sejumlah pertandingan pilihan juga tayang di Sin Po TV.
Kombinasi akses siaran ini memastikan pecinta sepak bola nasional tak melewatkan momen penting di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Baca Juga: Tiga Rekrutan Baru PSPS, Tambah Amunisi di Tengah Musim, Serius ke Jalur Promosi
Jumat Pembuka: Tekanan Langsung Sejak Hari Pertama
Rangkaian pertandingan dibuka pada Jumat (23/1/2026) sore, saat Persikad Depok menjamu FC Bekasi City. Duel ini bukan sekadar laga papan tengah Wilayah Barat, tetapi juga pertaruhan konsistensi.
Bekasi City masih berpeluang merangsek ke zona empat besar, sementara Persikad membutuhkan poin untuk menjaga jarak dari zona berbahaya.
Malam harinya, PSPS Pekanbaru menghadapi Adhyaksa FC dalam duel sarat tekanan. PSPS sedang berada di persimpangan klasemen dan tak punya banyak ruang untuk terpeleset.
Di sisi lain, Adhyaksa datang dengan ambisi besar: menempel ketat Garudayaksa FC di puncak Wilayah Barat. Laga ini berpotensi menjadi pembeda antara penantang gelar dan sekadar penggembira kompetisi.
Baca Juga: Deltras FC Tak Gegabah di Bursa Transfer: Antara Evaluasi Tim dan Kebutuhan Skuad
Sabtu Penuh Gengsi: Pertarungan Elit Wilayah Timur
Sorotan utama matchday ke-17 jatuh pada Sabtu (24/1/2026). Persipura Jayapura dan PSS Sleman bertemu dalam laga yang bisa disebut “final mini” Wilayah Timur. Kedua tim hanya terpaut satu poin, dan kemenangan akan membuka jalan menuju puncak klasemen.
Persipura mengandalkan pengalaman dan soliditas, sementara PSS datang dengan permainan agresif yang konsisten sepanjang musim.
Di jam yang sama, Persekat Tegal melawan Persiraja Banda Aceh serta Sriwijaya FC menghadapi Sumsel United. Dua pertandingan ini mempertemukan tim-tim yang sama-sama terluka akibat hasil minor pekan sebelumnya. Bagi Sriwijaya FC, laga ini menjadi soal harga diri, meski posisi klasemen mereka sudah sangat terjepit.
Malam hari, Persiba Balikpapan menjamu pemuncak klasemen Barito Putera. Di atas kertas, Barito lebih diunggulkan.
Namun Persiba punya motivasi berlipat di kandang sendiri. Sementara itu, PSIS Semarang dan Persela Lamongan juga bentrok dalam duel yang mempertemukan tim yang sedang mencari momentum kebangkitan dengan tim yang tengah menanjak performanya.
Minggu Penutup: Peta Klasemen Bisa Bergeser
Hari Minggu (25/1/2026) menyajikan laga-laga yang tak kalah menentukan. Garudayaksa FC, pemimpin Wilayah Barat, akan diuji oleh PSMS Medan. Bagi Garudayaksa, kemenangan akan mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat promosi.
Namun PSMS bukan lawan mudah, terutama saat bermain dengan tekanan sebagai penantang.
Di laga lain, Deltras FC Sidoarjo menghadapi Persipal Palu. Pertandingan ini penting bagi Deltras untuk menjaga peluang menembus papan atas Wilayah Timur. Sedangkan bagi Persipal, setiap poin adalah napas hidup di tengah ancaman degradasi.
Laga penutup mempertemukan Kendal Tornado FC dengan Persiku Kudus. Meski bukan big match secara nama besar, pertandingan ini berpotensi menentukan nasib kedua tim di paruh akhir musim.
Klasemen Bicara: Puncak Panas, Dasar Membara
Menjelang matchday ke-17, Garudayaksa FC masih kokoh di puncak Wilayah Barat dengan 30 poin, dibayangi ketat Adhyaksa dan Sumsel United. Persaingan tiga besar di wilayah ini nyaris tanpa jarak aman.
Sementara di Wilayah Timur, Barito Putera memimpin dengan 36 poin, namun PSS Sleman dan Persipura Jayapura siap merebut takhta kapan saja. Jarak antar tiga besar begitu tipis, membuat satu hasil imbang saja bisa mengubah urutan klasemen secara drastis.
Di sisi bawah tabel, sejumlah tim mulai kehabisan waktu. Setiap matchday kini terasa seperti laga hidup-mati. Liga 2 tak lagi soal eksperimen, tetapi tentang ketahanan mental dan kecermatan membaca momentum.
Editor : Mahendra Aditya