RADAR KUDUS - Persiku Kudus tidak hanya pulang membawa tiga poin dari Stadion Galawise. Mereka meninggalkan jejak dominasi. Dalam lanjutan Liga 2 Championship, Senin (12/1/2026), Macan Muria membungkam tuan rumah Persipal Palu dengan skor telak 4-1.
Panggung utama laga ini jelas milik Igor Costa—penyerang asing Persiku yang menutup pertandingan dengan hattrick, termasuk gol penegas di menit ke-96.
Kemenangan ini bukan hasil kebetulan. Ia lahir dari perencanaan, disiplin, dan keberanian membaca momentum. Persiku datang ke Palu dengan sikap tegas: menyerang, mengendalikan, lalu menghabisi.
Baca Juga: Update Skor Persipal Palu vs Persiku Kudus: Bhima Wibnu Cetak Gol, Rensi Ambil Penalti, Skor 3-1
Babak Pertama: Tekanan Awal, Gol Cepat
Sejak menit pertama, Persiku menunjukkan bahwa laga tandang tak membuat mereka ragu. Garis tekanan tinggi diterapkan, membuat Persipal kesulitan membangun serangan dari bawah.
Hasilnya cepat terlihat. Menit ke-13, Igor Costa membuka keunggulan. Umpan terukur dari Imam Bagus disambut penyelesaian dingin sang striker. Skor berubah 0-1, dan sejak saat itu ritme pertandingan berada di tangan tim tamu.
Gol tersebut memaksa Persipal keluar dari zona nyaman. Namun, setiap upaya mereka mentok pada organisasi pertahanan Persiku yang tampil rapi. Igor Costa bahkan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-27 setelah memanfaatkan kesalahan bek lawan, meski masih digagalkan kiper Rexy.
Debut Jaimerson, Efek Instan
Sorotan lain datang dari sektor kiri pertahanan Persiku. Jaimerson, bek eks Liga 1 yang baru diperkenalkan jelang laga, langsung dipercaya tampil sejak menit awal.
Keputusan itu terbukti jitu. Jaimerson tampil tenang, disiplin, dan cermat membaca arah serangan. Beberapa kali ia memutus alur serangan Persipal sebelum berkembang. Kehadirannya membuat garis belakang Persiku lebih stabil dan percaya diri.
Hingga turun minum, skor 0-1 bertahan. Namun, papan skor itu tak sepenuhnya mencerminkan kontrol permainan Persiku.
Baca Juga: Update Skor Persipal Palu vs Persiku Kudus: Igor Costa Buka Keunggulan dengan Golnya
Babak Kedua: Efektivitas Jadi Senjata
Persipal mencoba mengubah pendekatan di babak kedua. Tekanan dinaikkan, tempo dipercepat. Namun Persiku tak terpancing. Mereka memilih menunggu momen yang tepat—dan ketika celah muncul, hukuman langsung dijatuhkan.
Gol kedua Persiku datang dari skema serangan cepat yang terukur. Igor Costa kembali menjadi aktor utama, memanfaatkan ruang di lini belakang Persipal. Skor menjauh, mental tuan rumah mulai goyah.
Momentum itu dimaksimalkan Persiku. Pada menit ke-66, Bhima Wibnu ikut mencatatkan namanya di papan skor. Masuk dari bangku cadangan, ia menunjukkan determinasi tinggi dan penyelesaian efektif untuk membawa Persiku unggul 3-0.
Gol Bhima bukan sekadar tambahan angka. Ia menjadi penanda bahwa Persiku tak bergantung pada satu sosok. Kedalaman skuad mereka mulai bicara.
Drama VAR dan Penalti Persipal
Ketika laga terlihat sepenuhnya dalam kendali Persiku, drama muncul di menit ke-75. Kiper Persiku melakukan pelanggaran di kotak penalti, memaksa wasit menghentikan laga.
Keputusan tidak langsung diambil. VAR digunakan untuk memastikan insiden. Setelah peninjauan, wasit menunjuk titik putih.
Rensa, pemain bernomor punggung 30 Persipal Palu, maju sebagai algojo. Eksekusinya sempurna. Skor berubah menjadi 3-1, dan publik Galawise sempat kembali berharap.
Igor Costa Menutup Semua Cerita
Namun harapan itu tak bertahan lama. Persiku merespons dengan ketenangan. Mereka menurunkan tempo, menjaga jarak antarlini, dan menunggu kesempatan terakhir.
Kesempatan itu datang di penghujung laga. Menit ke-96, Igor Costa kembali mencetak gol. Penyelesaian akhirnya menutup pertandingan, sekaligus melengkapi hattrick sempurna di kandang lawan. Skor akhir: 4-1.
Gol ini bukan hanya penegas kemenangan, tetapi juga simbol superioritas Persiku malam itu.
Lebih dari Sekadar Menang
Kemenangan di Palu menyimpan pesan lebih besar. Persiku menunjukkan identitas baru: agresif sejak awal, efisien dalam menyerang, dan dewasa mengelola keunggulan.
Debut Jaimerson memberi stabilitas. Bhima Wibnu menunjukkan dampak dari bangku cadangan. Igor Costa tampil sebagai pemimpin lini depan. Bahkan saat dihantam penalti dan tekanan publik tuan rumah, Persiku tetap dingin.
Ini bukan sekadar hasil tandang. Ini adalah sinyal bahwa Persiku Kudus mulai menemukan bentuk terbaiknya di Liga 2 Championship.
Jika konsistensi ini dijaga, Macan Muria bukan hanya peserta. Mereka adalah ancaman serius.
Editor : Mahendra Aditya