Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Semua Bertahan Lawan Barito: Tantangan Baru Teco di Liga 2

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:29 WIB
Coach Teco - Pelatih Barito Putera
Coach Teco - Pelatih Barito Putera

RADAR KUDUS - Status pemimpin klasemen tak selalu membawa kenyamanan. Justru sebaliknya, posisi tersebut kini menjadi beban baru bagi Barito Putera di Pegadaian Championship 2025/2026.

Setiap laga berubah menjadi medan ujian kesabaran, setiap lawan datang dengan satu misi yang sama: bertahan sedalam mungkin dan mencuri celah sekecil apa pun. Inilah tantangan yang kini harus dijawab Stefano “Teco” Cugurra.

Kemenangan tipis 1-0 atas Persiku Kudus di Stadion 17 Mei memang memperpanjang laju positif Laskar Antasari.

Namun di balik tiga poin itu, tersimpan peringatan keras. Persiku tampil tanpa ambisi menyerang, memilih menumpuk pemain di lini belakang dan mematikan ruang gerak Barito. Strategi “parkir bus” ini diprediksi akan terus diulang oleh lawan-lawan berikutnya.

Baca Juga: Liga 2 Pekan ke-15: Nasib Barito, PSS, PSIS, hingga PSMS di Titik Balik

Ketika Dominasi Justru Jadi Masalah

Barito Putera menguasai bola sejak menit awal. Aliran bola rapi, tekanan konstan, dan tempo permainan stabil.

Namun dominasi tersebut tak otomatis berbuah peluang bersih. Persiku menurunkan tiga bek tengah yang kerap berubah menjadi lima pemain bertahan saat diserang.

Pola ini membuat Barito harus memutar otak lebih keras untuk membongkar low block yang disiplin.

Teco tak menampik kesulitan tersebut. Ia menilai masalah utama bukan pada intensitas, melainkan variasi serangan.

Ketika lawan bertahan terlalu dalam, serangan sayap saja tak cukup. Diperlukan kombinasi pendek, pergerakan tanpa bola dari lini tengah, serta penetrasi yang berani ke kotak penalti.

Babak pertama menjadi gambaran nyata kebuntuan itu. Barito menekan, Persiku bertahan, dan peluang bersih nyaris tak tercipta. Baru di paruh kedua, setelah penyesuaian posisi dan tempo, celah mulai terbuka.

Baca Juga: PSIS Belanja 12 Pemain Demi Menjauh dari Jurang Degradasi Taruhan Hidup-Mati Mahesa Jenar di Putaran Kedua Liga 2

Gol Pora, Simbol Adaptasi

Gol Rizky Pora di menit ke-53 bukan sekadar penentu kemenangan. Gol tersebut adalah simbol keberhasilan adaptasi Barito.

Intensitas kombinasi antarlini meningkat, jarak antar pemain dipersempit, dan pergerakan gelandang menjadi lebih agresif menembus ruang sempit.

Namun ironisnya, Pora—yang menjadi pembeda—justru tak bisa tampil di laga berikutnya akibat kartu merah.

Kehilangan sang kapten dan motor serangan menjadi ujian lanjutan bagi Barito, terutama menjelang laga besar kontra Persela Lamongan.

Mental Juara di Tengah Frustrasi

Selain taktik, Teco menekankan pentingnya aspek mental. Bermain melawan tim bertahan total sering kali menguras emosi.

Frustrasi mudah muncul ketika peluang mentah dan ruang terasa sempit. Dalam kondisi seperti ini, fokus dan kontrol emosi menjadi kunci.

Barito Putera sejauh ini mampu menjaga keduanya. Pertahanan solid, transisi cepat, dan kesabaran dalam membangun serangan menjadi fondasi utama mereka bertahan di puncak klasemen. Namun Teco sadar, mempertahankan status pemuncak jauh lebih sulit daripada merebutnya.

“Bertahan kita sudah cukup konsisten. Sekarang tugasnya memperkaya cara menyerang,” menjadi pesan implisit dari sang pelatih.

Baca Juga: 12 Rekrutan Baru PSIS Semarang Jelang Putaran Kedua Championship 2025/26: Siapa Saja Mereka?

Persela Menanti, Dendam Menggantung

Laga berikutnya menghadirkan tantangan berlapis. Barito Putera akan bertandang ke Stadion Surajaya untuk menghadapi Persela Lamongan pada Minggu, 11 Januari 2026.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga misi balas dendam setelah kekalahan 0-1 pada pertemuan pertama.

Persela datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka juga baru saja meraih kemenangan tipis dan perlahan menempel papan atas klasemen. Di kandang sendiri, Laskar Joko Tingkir dikenal agresif dan berani menekan sejak awal.

Namun Persela pun tak sepenuhnya utuh. Bek tengah andalan mereka, M. Yoga Wahyu, harus absen akibat hukuman kartu merah.

Kondisi ini membuka peluang bagi Barito untuk lebih berani mengeksploitasi lini pertahanan tuan rumah.

Baca Juga: Barito Putera Taklukkan Persiku 1-0 dengan 10 Pemain, Tegaskan Dominasi di Puncak Klasemen Liga 2

Adu Taktik Terganggu Absensi

Absennya Rizky Pora dan Yoga Wahyu membuat duel strategi antara Teco dan Bima Sakti sedikit pincang. Barito kehilangan kreator utama di sisi kiri, sementara Persela kehilangan palang pintu pertahanan.

Situasi ini memaksa kedua pelatih melakukan improvisasi. Barito harus menemukan sumber kreativitas baru, entah dari lini tengah atau sisi sayap lain.

Persela, di sisi lain, harus merapikan koordinasi pertahanan agar tak kehilangan struktur.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat. Jika Persela memilih bermain terbuka, Barito bisa memanfaatkan ruang.

Namun jika pendekatan bertahan kembali digunakan, Laskar Antasari harus membuktikan bahwa mereka telah belajar dari laga-laga sebelumnya.

Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Bagi Barito Putera, laga melawan Persela bukan hanya soal mempertahankan posisi puncak. Ini adalah ujian kedewasaan sebagai kandidat promosi. Tim promosi sejati bukan hanya yang konsisten menang, tetapi juga mampu menemukan solusi saat permainan buntu.

Jika Barito mampu melewati Persela tanpa Pora dan tetap efektif menghadapi tekanan, pesan yang dikirim ke pesaing lain akan sangat jelas: parkir bus bukan lagi solusi ampuh.

Musim masih panjang. Namun satu hal sudah pasti—Barito Putera kini bukan sekadar pemuncak klasemen, melainkan tolok ukur yang memaksa setiap lawan mengubah cara bermain. Dan dari situlah tantangan terbesar Teco dimulai.

Editor : Mahendra Aditya
#Top skor liga 2 #persela lamongan #klasemen liga 2 #Jadwal Liga 2 #coach teco #coach teco cugurra #Liga 2 #barito putera