Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Barito Putera vs Persiku Kudus: Gol Rizky Pora Buat Laskar Antasari Tetap di Puncak Klasemen Liga 2

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 5 Januari 2026 | 19:39 WIB
Rizki Pora mencetak satu satunya gol ke gawang Persiku
Rizki Pora mencetak satu satunya gol ke gawang Persiku

BANJARMASIN — Ada kemenangan yang bernilai lebih dari sekadar angka di klasemen. Bagi Barito Putera, duel kontra Persiku Kudus pada putaran kedua Championship 2025/2026 adalah tentang pulang, ingatan, dan legitimasi sebagai penguasa kandang lama.

Stadion 17 Mei Banjarmasin akhirnya kembali menjadi saksi. Setelah penantian panjang sejak 2018, Laskar Antasari pulang ke rumah lamanya—dan langsung menghadirkan hasil yang menenangkan: kemenangan 1-0, Senin (5/1/2026) sore.

Gol tunggal Rizky Rizaldi Pora di menit ke-54 bukan hanya penentu skor. Ia adalah simbol kebangkitan, penanda bahwa Barito Putera belum kehilangan jiwanya di stadion penuh sejarah itu.

Baca Juga: Barito Putera Taklukkan Persiku 1-0 dengan 10 Pemain, Tegaskan Dominasi di Puncak Klasemen Liga 2

Stadion Lama, Energi yang Tak Pernah Padam

Atmosfer Stadion 17 Mei sore itu berbeda. Bukan hanya karena laga kompetitif, tetapi karena emosi kolektif yang terpendam selama bertahun-tahun akhirnya dilepaskan.

Sejak peluit awal dibunyikan pukul 16.30 WITA, Barito tampil dengan bahasa tubuh yang tegas. Tidak tergesa, namun penuh intensi. Mereka seperti tahu: laga ini tak boleh sekadar dilalui—harus dimenangkan.

Persiku Kudus datang dengan misi mencuri poin. Namun mereka berhadapan dengan Barito yang bermain lebih matang, lebih sabar, dan lebih sadar ruang.

Babak Pertama: Kontrol Tanpa Ledakan

Paruh pertama pertandingan berjalan dalam tempo sedang. Barito menguasai bola lebih lama, tetapi tidak memaksakan serangan. Pola permainan terlihat rapi, dengan sirkulasi bola yang terjaga dan pressing yang terukur.

Persiku bertahan disiplin. Mereka menutup ruang di lini tengah, memaksa Barito mengalirkan bola ke sisi sayap. Meski beberapa peluang tercipta, belum ada penyelesaian yang benar-benar memaksa kiper Persiku bekerja keras.

Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Namun kesan yang tertinggal jelas: Barito memegang kendali, hanya menunggu waktu.

Rizky Pora dan Momen yang Menentukan

Waktu itu tiba di menit ke-54.

Berawal dari alur serangan yang dibangun dengan sabar, bola akhirnya jatuh ke kaki Rizky Pora. Tanpa banyak ragu, ia melepaskan sepakan yang menembus pertahanan Persiku dan mengoyak gawang lawan.

Stadion 17 Mei meledak. Bukan sekadar sorak gol, melainkan luapan emosi kolektif yang telah lama tertahan.

Bagi Pora, gol ini adalah pernyataan. Bagi Barito, ini adalah validasi.

Lebih dari Gol, Ini Soal Kepemimpinan

Rizky Pora tidak hanya mencetak gol. Ia menjadi poros emosi tim. Setelah unggul, Barito tidak larut dalam euforia. Justru sebaliknya, mereka tampil lebih disiplin.

Garis pertahanan dijaga rapat, transisi dilakukan cepat, dan setiap pemain memahami perannya. Barito memilih mengamankan keunggulan dengan cara dewasa—mengontrol permainan, bukan bertahan pasif.

Persiku mencoba meningkatkan intensitas, namun kesulitan menembus organisasi permainan tuan rumah.

Baca Juga: Menanti Aksi Tiga Legiun Asing PSIS Semarang: Raffinha, Denilson, dan Simanca

Hadiah untuk Suporter yang Setia

Kemenangan ini terasa spesial karena diraih di hadapan suporter yang telah menunggu momen ini selama bertahun-tahun. Kembalinya Barito ke Stadion 17 Mei bukan hanya agenda kompetisi, tetapi peristiwa emosional.

Tiga poin ini menjadi hadiah paling pantas bagi mereka yang datang, bersuara, dan percaya.

Bagi suporter Barito, laga ini menegaskan satu hal: stadion ini masih rumah, dan Barito masih pemilik sahnya.

Dampak Nyata di Klasemen

Secara matematis, kemenangan ini sangat penting. Tambahan tiga poin membuat Barito Putera tetap kokoh di puncak klasemen sementara Grup 2 Championship 2025/2026.

Mereka kini unggul empat poin dari pesaing terdekat, PSS Sleman, yang baru akan melakoni laga malam hari. Posisi ini memberi ruang napas, sekaligus tekanan bagi para rival.

Namun yang lebih penting dari angka adalah momentum. Barito menang di waktu yang tepat, di tempat yang sarat makna.

Barito Putera vs Persiku Kudus
Barito Putera vs Persiku Kudus

Ujian Berikutnya Menanti

Meski euforia masih terasa, Barito tak punya banyak waktu untuk larut. Pada pekan berikutnya, mereka akan menghadapi ujian berbeda: laga tandang ke markas Persela Lamongan, Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB.

Jika laga kontra Persiku adalah soal emosi dan kenangan, maka duel melawan Persela adalah tentang konsistensi. Barito harus membuktikan bahwa kemenangan di Stadion 17 Mei bukan sekadar efek nostalgia.

Kemenangan yang Menegaskan Arah

Laga ini memperlihatkan wajah Barito Putera yang lebih matang. Tidak bergantung pada satu pemain, tidak bermain terburu-buru, dan tahu kapan harus menekan atau menunggu.

Gol Rizky Pora memang menjadi penentu, tetapi kemenangan ini adalah hasil kerja kolektif—hasil dari tim yang memahami konteks pertandingan.

Kembali ke Stadion 17 Mei, Barito Putera tidak hanya pulang. Mereka kembali berkuasa.

Editor : Mahendra Aditya
#Barito Putera vs Persiku #rizky pora #Barito Putera vs Persiku Kudus #klasemen liga 2 #Jadwal Liga 2 #Persiku Kudus vs Barito Putera #prediksi Persiku Kudus vs Barito Putera #Liga 2 #barito putera