Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Klasemen PSIS Setelah Menang Atas tamunya Persipal Palu 2-0 di Stadion Jatidiri

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 3 Januari 2026 | 21:46 WIB
Krisna John pemain PSIS Semarang mencetak gol Saat lawan Persipal Palu
Krisna John pemain PSIS Semarang mencetak gol Saat lawan Persipal Palu

SEMARANG - Malam di Stadion Jatidiri, Sabtu (3/1/2026), menjadi saksi perubahan arah nasib PSIS Semarang.

Di hadapan ribuan pendukungnya, Laskar Mahesa Jenar akhirnya meraih hasil yang lama dinanti: kemenangan 2-0 atas Persipal Palu.

Hasil ini bukan sekadar tiga poin, melainkan titik balik penting di pekan ke-14 Championship 2025/2026.

Tambahan angka membuat PSIS keluar dari posisi juru kunci.

Dengan koleksi 8 poin, PSIS naik satu tingkat ke peringkat sembilan klasemen sementara. Sebaliknya, Persipal Palu harus menerima kenyataan pahit.

Kekalahan di Jatidiri membuat mereka turun ke posisi 10 alias dasar klasemen dengan raihan 5 poin.

Di laga yang sarat tekanan ini, PSIS tidak hanya menang, tetapi juga menunjukkan karakter: agresif, disiplin, dan efektif di momen krusial.

Dukungan Panser Biru dan Snex Jadi Bahan Bakar

Kembalinya Panser Biru dan Snex ke tribun Stadion Jatidiri memberikan warna berbeda sejak sebelum kick-off. Nyanyian, drum, dan koreografi sederhana menghadirkan atmosfer yang sempat lama hilang.

Energi itu terasa di lapangan. PSIS tampil dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Mereka bermain menekan, berani menguasai bola, dan tidak memberi Persipal kesempatan mengatur ritme.

Dalam situasi genting di klasemen, dukungan suporter menjadi faktor penting. Para pemain PSIS seolah mendapat suntikan keberanian untuk bermain lebih lugas dan percaya diri.

PSIS Menggebrak Sejak Awal

Sejak peluit pertama, PSIS langsung mengambil inisiatif. Bola lebih banyak dikuasai tim tuan rumah. Pergerakan sayap dioptimalkan, sementara lini tengah rajin menekan untuk mematikan alur serangan Persipal.

Beberapa peluang tercipta di awal laga. Namun seperti masalah yang kerap muncul musim ini, penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Peluang datang dan pergi, tanpa perubahan skor.

Persipal Palu memilih pendekatan pragmatis. Mereka bertahan rapat dan sesekali mencoba keluar lewat serangan balik. Namun upaya itu kerap kandas sebelum masuk area berbahaya.

Krisna Jhon Memecah Kebuntuan

Kebuntuan PSIS akhirnya pecah di menit ke-28. Momen ini berawal dari situasi bola mati. Sepakan bebas Habil Akbar dari sisi kanan lapangan menciptakan kemelut di kotak penalti.

Krisna Jhon, pemain asal Pati, berada di posisi yang tepat. Dengan ketenangan, ia memaksimalkan situasi untuk menjebol gawang Persipal. Bola bersarang, Jatidiri meledak, dan PSIS unggul 1-0.

Gol ini menjadi pembuka keran kepercayaan diri. PSIS bermain lebih berani, tempo meningkat, dan tekanan ke lini belakang Persipal semakin intens.

Unggul, Tapi Belum Aman

Keunggulan satu gol membuat PSIS semakin mendominasi. Serangan demi serangan dibangun dengan variasi. Namun hingga babak pertama berakhir, skor tidak bertambah.

Persipal mencoba merespons. Anak asuh Andika Mulia berusaha menaikkan intensitas, tetapi serangan mereka masih mudah dibaca barisan pertahanan PSIS. Hingga turun minum, keunggulan 1-0 tetap bertahan.

Babak Kedua: PSIS Tetap Menekan

Memasuki babak kedua, PSIS tidak menurunkan tempo. Menit ke-48, peluang emas datang melalui Luan Dias. Sayangnya, sepakan yang dilepaskan belum mengarah ke sasaran.

Persipal Palu berusaha bangkit usai jeda. Mereka mencoba memanfaatkan bola mati. Namun peluang dari sepak pojok masih bisa diamankan kiper PSIS, Rizky Darmawan, yang tampil cukup tenang di bawah mistar.

Tekanan Persipal belum cukup menggoyahkan PSIS. Setiap aliran bola tim tamu kerap terputus di lini tengah.

Persipal Terus Mencoba

Meski tertinggal, Persipal tidak menyerah. Menit ke-64, peluang kembali diciptakan tim tamu. Namun lagi-lagi, penyelesaian akhir menjadi masalah. Bola melenceng, peluang hilang.

PSIS merespons dengan tetap bermain sabar. Menit ke-71, Safna Delpi mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh. Sayang, bola masih terlalu lemah dan mudah diamankan.

Beberapa menit berikutnya, PSIS kembali menekan. Namun efektivitas masih menjadi pekerjaan rumah. Skor 1-0 terus bertahan, membuat tensi laga tetap tinggi.

Pergantian Pemain yang Mengubah Irama

Memasuki 10 menit terakhir, pelatih PSIS Jafri Sastra mengambil keputusan penting. Ia memasukkan Amir Hamzah dan Reiva Aprilliamsyah, menggantikan Safna Delpi dan Doni Sormin.

Pergantian ini terbukti memberi dampak signifikan. Alur serangan PSIS kembali hidup. Intensitas meningkat, dan Persipal mulai kesulitan mengikuti tempo.

Menit ke-83, PSIS mendapatkan tendangan bebas setelah pergerakan Dani Sormin dijatuhkan Victor Pae di area pertahanan Persipal. Sayangnya, peluang emas itu belum mampu dikonversi menjadi gol kedua.

Amir Hamzah Menutup Laga

Ketegangan baru benar-benar pecah di masa injury time. Saat Persipal mencoba naik untuk mencari gol penyama, PSIS memanfaatkan celah lewat serangan balik cepat.

Amir Hamzah, yang baru masuk di babak kedua, tampil sebagai penentu. Dengan sontekan terukur, ia menggandakan keunggulan PSIS menjadi 2-0. Gol ini sekaligus mengunci kemenangan tuan rumah.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Jatidiri kembali bergemuruh.

Klasemen Berubah, PSIS Bernapas Lega

Kemenangan ini membawa dampak signifikan di papan klasemen. PSIS kini berada di posisi sembilan dengan 8 poin. Nilai yang sama sebenarnya juga dimiliki Persipal, namun PSIS unggul secara head to head.

Sebaliknya, kekalahan ini membuat Persipal Palu harus turun ke dasar klasemen dengan raihan 5 poin. Situasi mereka semakin berat jelang laga-laga berikutnya.

Bagi PSIS, tiga poin ini menjadi pelepas tekanan. Mereka belum sepenuhnya aman, tetapi setidaknya telah keluar dari zona paling bawah.

Jatidiri Kembali Jadi Rumah

Lebih dari sekadar angka, kemenangan ini menghidupkan kembali ikatan PSIS dengan pendukungnya. Stadion Jatidiri kembali terasa sebagai rumah. Dukungan Panser Biru dan Snex menjadi energi tambahan di momen krusial.

PSIS masih punya banyak pekerjaan rumah. Namun malam itu memberi pesan jelas: Laskar Mahesa Jenar belum habis.

Editor : Mahendra Aditya
#PSIS vs Persipal #klasemen liga 2 #psis #PSIS Semarang vs persipal palu #PSIS Semarang #Liga 2 #klasemen PSIS Semarang