JAKARTA — Kekalahan adalah bahan bakar, untuk bangkit lebih kuat.
Head Coach Persijap Jepara, Divaldo Alves, melakukan evaluasi menyeluruh.
Utamanya usai skuad asuhannya kalah 0-2 dari Persija Jakarta pada Sabtu (3/1), di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Baca Juga: Debut Raffinha–Denilson Rodrigues, Jadi Senjata Rahasia PSIS untuk Hantam Persipal di Jatidiri
Pihaknya mengakui sebelum pertandingan, laga melawan Persija sudah diprediksi akan berjalan berat.
Apalagi mengingat kualitas lawan yang dihuni pemain-pemain berpengalaman dan istimewa.
Meski kalah, Divaldo menilai anak asuhnya tidak tampil buruk.
Persijap mampu menciptakan sejumlah peluang emas, terutama pada beberapa momentum pertandingan.
Namun, ia menyesalkan kurangnya disiplin dan ketenangan dalam penyelesaian akhir, yang membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
“Kalau pemain lebih disiplin, hasilnya bisa lebih bagus,” katanya usai laga.
Baca Juga: Persijap Jepara Kalah Lagi, Takluk 0-2 dari Persija di SUGBK
Menurutnya, dalam beberapa pertandingan terakhir pun, Persijap sebenarnya konsisten menciptakan peluang.
Hal itu menjadi catatan positif yang perlu diperkuat, bukan sekadar diperbaiki.
Ia menilai Persijap memiliki potensi pemain berkualitas. Tetapi memang masih perlu pembeda di momen krusial, agar peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi gol.
Coach Divaldo juga menegaskan transfer window akan dimanfaatkan untuk memperbaiki komposisi tim.
Dari arah dan penuturannya, fokus utama ada pada sektor penyerangan.
Itu terbaca jelas, lantaran agar Persijap lebih tajam dan mampu memperbaiki posisi di klasemen.
Baca Juga: Live Skor PSIS Semarang vs Persipal Palu, Hari Ini Pukul 19.00 WIB
Merangkak naik dari papan bawah, zona degradasi adalah tujuan utama dalam putaran kedua.
“Kalau dilihat tim ini, ada peluang-peluang yang seharusnya bisa jadi gol. Dari situ terlihat posisi mana yang perlu diperbaiki,” siratnya samar-samar.
Divaldo secara khusus menyinggung kebutuhan striker yang lebih efektif.
Ia menyebut kehadiran pemain baru seperti Borja Herrera (maupun Aly Ndom) diharapkan bisa meningkatkan kualitas permainan. Utamanya dalam peranannya gelandang bertahan maupun gelandang serang.
Hal tersebut diharapkan memberi opsi serangan yang lebih kuat dalam laga lanjutan.
Divaldo juga menyebut Persijap telah menghadapi rangkaian pertandingan sulit melawan tim-tim besar.
Seperti PSIM, Persebaya Surabaya, dan kini Persija Jakarta, hingga Dewa United pada Senin (12/1).
Dalam situasi tersebut, ia menekankan pentingnya keberanian, mental pejuang, dan usaha maksimal dari para pemain.
"Hari ini terlihat jelas kualitas Persija. Selamat telah mendapatkan tiga poin,” ucapnya.
Sementara itu, pemain Persijap Sudi Abdallah menilai tim sudah bekerja keras sepanjang pertandingan.
Ia menyebut permainan di babak pertama berjalan cukup baik, namun Persijap mulai kebobolan di babak kedua.
"Kami bekerja keras, mencoba menciptakan gol dan bermain sebaik mungkin,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Divaldo meminta dukungan penuh dari supporter Jepara.
Ia meyakini dengan kebersamaan tim dan cinta besar dari pendukung, Persijap mampu bangkit dan keluar dari zona degradasi.
"Supporter juga butuh tiga poin dari kami. Kami percaya, tetap dukung kami. Bersama-sama, Persijap akan lebih baik lagi,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya