Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

75 Bonek Nekat Menembus Larangan, Siap Hadiri Duel Panas PSM vs Persebaya di Parepare

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 5 Desember 2025 | 00:46 WIB
Ilustrasi foto Bonek Persebaya
Ilustrasi foto Bonek Persebaya

RADAR KUDUS - Parepare kembali bersiap menghadapi malam panas saat PSM Makassar menjamu Persebaya Surabaya pada laga tunda pekan ke-4 Super League 2025/2026, Sabtu (6/12/2025).

Namun, ada satu kisah lain yang diam-diam ikut mengiringi tensi pertandingan: kedatangan 75 Bonek yang akan hadir langsung di Stadion Gelora BJ Habibie.

Padahal, sampai hari ini PSSI masih memberlakukan larangan kehadiran suporter tim tamu. Tapi seperti tradisi tak tertulis yang hidup sejak lama, sebagian Bonek merasa sulit meninggalkan Persebaya sendirian di laga besar. Entah ada atau tidak larangan, mereka memilih satu kata: berangkat.

Informasi mengenai gelombang Bonek itu pertama kali diungkap oleh Kasat Intelkam Polres Parepare, Iptu Burhanuddin.

“Ada sekitar 50 Bonek yang merupakan warga atau perantau yang tinggal di Makassar. Mereka ingin hadir langsung di BJ Habibie,” ujarnya.

Namun bukan hanya Bonek Makassar. Masih ada 25 Bonek yang menempuh perjalanan jauh dari Surabaya, membeli tiket PP demi satu malam penuh adrenalin di Parepare.

Polisi memastikan para pendatang dari Jawa Timur itu sudah mengantongi tiket masuk stadion dan perjalanan pulang. Setiap detail perjalanan mereka dipastikan rapi, seakan menunjukkan bahwa ini bukan sekadar nekat — ini bentuk kesetiaan.

Diizinkan Hadir, tapi Tanpa Identitas Hijau

Meski aturan PSSI cukup tegas, kepolisian akhirnya memberi kelonggaran. Bonek boleh datang, tetapi tanpa atribut Persebaya. Tidak ada syal, tidak ada kaus, tidak ada warna hijau mencolok yang biasanya menjadi roh kebanggaan.

“Kami tetap mengikuti aturan yang berlaku. Mereka boleh masuk, namun tanpa atribut suporter,” kata Burhanuddin.

Larangan atribut ini bukan tanpa alasan. Rivalitas antarsuporter di Indonesia masih menyimpan bara. Satu simbol saja bisa menjadi pemantik.

Yang menarik, rombongan Bonek yang datang dari Makassar tak akan berjalan sendirian. Mereka akan berangkat bersama kelompok suporter PSM — Maczman, Red Gank, dan LAJ. Sebuah pemandangan yang di pertandingan lain mungkin mustahil terjadi.

Rombongan akan berangkat dari Makassar pada Sabtu pagi, menempuh perjalanan ke Parepare, lalu kembali pulang malam itu juga setelah pertandingan selesai. Tidak ada rencana bermalam, tidak ada pesta panjang. Hanya kehadiran, doa, dan mungkin suara yang mereka tahan di dalam dada demi menghindari konflik.

Di stadion, 75 Bonek ini tidak ditempatkan di sudut khusus. Mereka akan duduk secara menyebar di beberapa titik tribun — sebagian dekat The Maczman di tribun timur, sebagian lagi di tribun utara dekat Red Gank.

Strategi ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan menghindari pengelompokan besar yang mudah dikenali.

“Informasinya, mereka akan menyebar di tribun timur dan utara,” jelas Burhanuddin.

Dengan cara ini, kehadiran Bonek akan seperti angin yang tak terlihat, tetapi tetap ada menonton, merasakan ketegangan, dan diam-diam mendoakan Persebaya tampil membara.

PSM vs Persebaya bukan sekadar pertandingan tunda. Ini duel dua tim besar dengan sejarah panjang dan fanbase kuat. Ditambah kehadiran Bonek yang “menyamar” di antara lautan pendukung tuan rumah, laga ini berubah menjadi cerita yang lebih hidup.

Di atas kertas, ini hanya pertandingan sepak bola. Tapi di lapangan, dan di tribun, ada kisah-kisah kecil tentang keberanian, komitmen, dan kecintaan yang tak pernah padam.

Bonek yang datang tanpa identitas hijau mungkin tampak seperti penonton biasa. Namun di dalam hati mereka, ribuan suara Yel-Yel masih bersahutan. Hanya saja, malam itu, semua suara harus disimpan rapat-rapat.

Karena untuk bisa menyaksikan Bajol Ijo bertanding di tanah orang, kadang kesunyian adalah bentuk dukungan yang paling berani.

Editor : Mahendra Aditya
#Stadion BJ Habibie #Super League 2025 #PSM vs Persebaya #bonek #Stadion BJ Habibie Parepare #bonek persebaya