JEPARA — Manajemen Persijap Jepara akhirnya angkat suara terkait sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI buntut pelanggaran disiplin dalam laga Persijap menghadapi Semen Padang pada Kamis (20/11) lalu di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Dalam unggahan resminya, klub mengecam keras tindakan anarkis yang dilakukan sebagian suporter, termasuk provokasi, perusakan aset stadion, serta pelanggaran berat berupa masuknya penonton ke area lapangan dan penggunaan kursi tribun sebagai alat lempar.
Bukti-bukti yang dikumpulkan panitia pertandingan menjadi dasar keputusan Komdis PSSI dalam menjatuhkan hukuman.
Berdasarkan keputusan Komdis PSSI yang disertakan dalam unggahan tersebut, Persijap dikenai sanksi larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak satu laga kandang pada pertandingan terdekat. Selain itu, klub juga dijatuhi denda sebesar Rp60 juta.
"Klub, tim, dan suporter adalah satu. Cinta pada Persijap harus diwujudkan dengan dukungan positif dan bertanggung jawab,” tulis Persijap unggahan Instagram-nya.
Tindakan tak terpuji justru merugikan perjalanan tim dan menambah beban klub di kompetisi musim ini.
Persijap menegaskan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terlibat anarkisme dan pelanggaran aturan.
Langkah pendisiplinan internal akan diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga sportivitas, keamanan, dan kenyamanan seluruh pihak, termasuk tim tamu maupun suporter.
“Support positif kalian sangat kami butuhkan di saat seperti ini. Ayo dukung Persijap secara positif dan kreatif,” seru unggahan tersebut pada Senin (1/12). Dimaksudkan agar suporter tetap memberikan energi positif tanpa tindakan yang merugikan klub.
Dengan sanksi yang sudah dikeluarkan Komdis PSSI, Persijap dipastikan harus menjalani satu laga kandang tanpa kehadiran penonton pada pertandingan berikutnya.
Dalam laga selanjutnya, Persijap terjadwalkan akan menjamu PSIM pada (23/12) mendatang di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Editor : Mahendra Aditya