Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fikron Dikartu Merah, Persijap Kalah 1-2 dari Malut United

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 4 November 2025 | 00:52 WIB

 

Carlos Franca mengeksekusi tendangan penalti untuk menyamakan skor 1-1 dengan malut United
Carlos Franca mengeksekusi tendangan penalti untuk menyamakan skor 1-1 dengan malut United

RADAR KUDUS - Harapan Persijap Jepara untuk memetik kemenangan di kandang sendiri pupus setelah takluk 1-2 dari tamunya, Malut United, dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026, Senin (3/11/2025).

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini itu berjalan panas dan sarat drama, termasuk dua penalti dan satu kartu merah untuk pemain tuan rumah, Fikron.

Dua gol dari Malut United dicetak oleh Gustavo Franca dan David Da Silva, sementara satu-satunya gol Persijap berasal dari titik putih melalui eksekusi Carlos Franca.

Babak Pertama: Malut United Unggul Lewat Sundulan Franca

Persijap memulai laga dengan percaya diri di depan ribuan pendukungnya. Dukungan suporter Jepara menggema sejak awal laga, namun justru Malut United tampil lebih efektif.

Pada menit ke-38, Gustavo Franca memecah kebuntuan lewat sundulan keras memanfaatkan umpan silang tajam dari sisi kanan. Gol itu membuat Persijap tertinggal 0-1 hingga babak pertama berakhir.

Meski memiliki beberapa peluang melalui Alexis Nahuel Gomez dan Sudi, penyelesaian akhir Persijap masih tumpul. Barisan belakang Malut tampil disiplin, sementara kiper Angga menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus.

Babak Kedua: Aksi Balas Gol dan Dua Penalti Penentu

Memasuki babak kedua, Persijap langsung menekan sejak peluit dibunyikan. Peluang demi peluang tercipta, terutama lewat kombinasi Franca dan Gomez yang berkali-kali mengancam gawang lawan.

Peluang terbaik datang pada menit ke-63 ketika Franca dijatuhkan di kotak terlarang. Setelah pengecekan VAR, wasit menunjuk titik putih.

Franca sendiri menjadi eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-67. Skor berubah 1-1, dan stadion kembali bergemuruh.

Sayangnya, euforia itu tak berlangsung lama. Malut United mendapatkan hadiah penalti setelah bola mengenai tangan bek Persijap di kotak penalti. David Da Silva yang maju sebagai algojo dengan tenang menaklukkan kiper Rodrigo, membawa Malut unggul 1-2 di menit ke-77.

Kartu Merah Fikron Jadi Titik Balik Kekalahan Persijap

Drama belum berakhir. Dua menit setelah gol kedua Malut, insiden terjadi di lini belakang Persijap. Bek tangguh Fikron melakukan pelanggaran keras terhadap David Da Silva yang tengah berlari menuju gawang. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung pada menit ke-79.

Persijap harus bermain dengan 10 pemain dan kehilangan tempo permainan. Meski berusaha menyerang melalui Alexis Gomez dan Dicky, upaya mereka mudah dipatahkan.

Malut United memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan menahan bola dan memperlambat tempo. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-2 bertahan untuk kemenangan tim tamu.

Kekecewaan Tuan Rumah dan Evaluasi untuk Laga Berikutnya

Pelatih Persijap terlihat kecewa dengan hasil ini. Menurutnya, para pemain sudah berjuang keras, namun kesalahan kecil dan kurangnya fokus di lini belakang menjadi faktor utama kekalahan.

“Kami sudah berusaha maksimal, tapi dua penalti dan kartu merah membuat permainan berubah drastis,” ungkap sang pelatih seusai laga. Ia juga menegaskan timnya akan segera berbenah untuk laga berikutnya agar tidak kehilangan momentum di klasemen Super League.

Sementara itu, pelatih Malut United memuji semangat juang anak asuhnya. “Kami tahu Persijap tim yang kuat di kandang, tapi anak-anak tampil disiplin dan memanfaatkan peluang dengan baik,” katanya.

Persijap di Klasemen dan Peluang Rebound

Kekalahan ini membuat Persijap tertahan di papan tengah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

Meski begitu, peluang mereka untuk bangkit masih terbuka lebar. Dukungan suporter setia Jepara di setiap pertandingan menjadi motivasi tambahan bagi tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu.

Sementara Malut United berhasil memperbaiki posisinya di papan atas klasemen setelah mencatat kemenangan penting di laga tandang.

Dua penyerang mereka, Franca dan Da Silva, semakin tajam dan menjadi momok bagi lini pertahanan lawan.

Atmosfer Panas Gelora Bumi Kartini: Tekanan dan Harapan

Suasana stadion saat laga berlangsung benar-benar menegangkan. Ribuan suporter Persijap memenuhi tribun, menciptakan atmosfer luar biasa. Meski hasilnya belum berpihak, dukungan mereka tidak surut hingga akhir laga.

Banyak pendukung berharap hasil ini menjadi cambuk bagi tim kebanggaan Jepara untuk tampil lebih tajam dan disiplin di laga berikutnya.

“Kita kalah, tapi jangan menyerah. Masih banyak laga tersisa!” teriak seorang suporter dari tribun utara.

Kekalahan 1-2 dari Malut United memang menyakitkan bagi Persijap, terlebih terjadi di kandang sendiri.

Namun, laga penuh drama ini memberi pelajaran penting: disiplin dan fokus hingga menit akhir menjadi kunci di kompetisi seketat Super League.

Dengan evaluasi yang tepat, Persijap masih punya peluang besar untuk bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen.

Dukungan publik Jepara yang luar biasa diyakini akan menjadi energi tambahan bagi tim untuk menatap laga-laga berikutnya.

Editor : Mahendra Aditya
#david da silva #persijap #persijap vs malut united #Fikron kartu merah #Persijap Jepara kalah #BRI Super League 2025 #BRI Super League #stadion gelora bumi kartini #gustavo franca #persijap jepara