Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Arsenal Kian Tak Terbendung! Trossard Jadi Penentu, The Gunners Rebut Lagi Puncak Liga Inggris

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:04 WIB
Leandro Trossard - Arsenal
Leandro Trossard - Arsenal

RADAR KUDUS - Arsenal melanjutkan tren positifnya di Liga Inggris 2025/2026 dengan kemenangan krusial atas Fulham.

Bermain di Craven Cottage pada Minggu dini hari, 19 Oktober 2025, tim asuhan Mikel Arteta menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Leandro Trossard di babak kedua.

Hasil ini bukan sekadar tiga poin biasa. Kemenangan kelima beruntun itu memastikan The Gunners kembali menguasai puncak klasemen, menggeser Manchester City yang sebelumnya sempat mengambil alih posisi pertama.

Meski tampil tanpa kapten Martin Ødegaard yang cedera, pasukan London Utara tetap tampil dominan dan sabar membangun serangan.

“Babak pertama cukup sulit, tapi kami tak berhenti berjuang,” kata Trossard seusai laga kepada ITV. “Kami tahu satu peluang bisa mengubah segalanya, dan itulah yang terjadi.”

Gol pemain asal Belgia itu tercipta pada menit ke-58 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Bernd Leno. Dengan kemenangan ini, Arsenal kini mengantongi 19 poin—unggul tiga angka dari Manchester City di posisi kedua.


Babak Pertama: Fulham Gigit, Arsenal Bertahan

Sejak peluit awal dibunyikan, Fulham tampil agresif di hadapan publiknya sendiri. Pelatih Marco Silva memanfaatkan kecepatan Alex Iwobi dan Harry Wilson di sisi sayap untuk menekan pertahanan Arsenal.

Peluang emas datang lebih cepat dari perkiraan. Pada menit ke-10, Wilson mengirim umpan terobosan matang kepada Raul Jimenez, namun tembakan penyerang Meksiko itu berhasil ditepis oleh kiper Arsenal, David Raya. Bola liar kemudian disambar Tom Cairney, tetapi usaha itu berhasil diblok oleh Martín Zubimendi yang tampil disiplin di lini tengah.

Arsenal tak tinggal diam. Mereka berusaha mengontrol permainan lewat kombinasi umpan pendek yang diorkestrasi oleh Declan Rice dan Eberechi Eze.

Pada menit ke-15, sempat terjadi euforia di kubu tamu ketika Riccardo Calafiori menjebol gawang Fulham setelah menerima assist dari Trossard. Namun, kebahagiaan itu hanya sesaat karena hakim garis mengangkat bendera—offside.

Setelah momen itu, Arsenal mulai menemukan ritme. Bukayo Saka dan Eze beberapa kali menusuk dari kanan, memaksa bek Fulham bekerja keras menghalau bola. Tapi hingga jeda babak pertama, skor tetap 0-0.


Trossard Jadi Pembeda di Babak Kedua

Babak kedua dibuka dengan intensitas tinggi. Arsenal tampil lebih agresif, berusaha menekan sejak awal.

Saka dan Eze berkolaborasi menciptakan peluang pertama ketika umpan silang Declan Rice hampir disambar oleh Trossard, namun bola hanya mengenai jaring luar.

Fulham mencoba membalas lewat sepakan voli Harry Wilson pada menit ke-55, tapi bola melayang tipis di atas mistar.

Dan akhirnya, momen penentuan datang tiga menit berselang. Dari situasi sepak pojok yang dieksekusi dengan cermat, Gabriel Magalhães menanduk bola ke arah tiang jauh, dan Trossard dengan insting tajam menyambar bola menggunakan lutut—gol!

Craven Cottage terdiam, sementara para pendukung Arsenal bersorak penuh kebanggaan. Gol di menit ke-58 itu menjadi satu-satunya yang tercipta malam itu.

“Pertandingan seperti ini menuntut kesabaran dan fokus,” kata Arteta usai laga. “Fulham tim yang tangguh di kandang, tapi kami tahu momen akan datang jika kami tetap disiplin.”


VAR Drama dan Strategi Taktis Arteta

Tak lama setelah unggul, Arsenal hampir mendapat kesempatan memperlebar skor. Pada menit ke-65, wasit Anthony Taylor sempat menunjuk titik putih setelah Kevin menjatuhkan Saka di kotak penalti.

Namun, setelah meninjau VAR, keputusan dibatalkan—tayangan ulang memperlihatkan Kevin lebih dulu menyentuh bola.

Mikel Arteta langsung melakukan rotasi taktis. Eze ditarik keluar dan digantikan Mikel Merino untuk memperkuat lini tengah, sementara Marco Silva memasukkan pemain muda Kevin dan Emile Smith Rowe untuk menambah kreativitas Fulham.

Fulham mencoba menekan di sisa waktu, tapi pertahanan Arsenal begitu kokoh. William Saliba dan Gabriel tampil nyaris sempurna dalam duel udara, menutup ruang gerak Jimenez dan Wilson.

Di 10 menit terakhir, Arteta memainkan strategi “pengunci kemenangan.” Trossard digantikan Martinelli untuk menjaga ritme serangan balik, sedangkan Viktor Gyökeres—yang belum mencetak gol sejak pertengahan September—tetap diberi kepercayaan hingga akhir.

Gyökeres hampir menambah keunggulan di menit ke-90, namun dua tembakannya secara brilian digagalkan oleh Bernd Leno, mantan kiper Arsenal yang tampil impresif malam itu.


Kedisiplinan yang Menghasilkan Dominasi

Meski hanya menang dengan skor tipis, performa Arsenal menunjukkan kematangan strategi.

Mereka tak hanya unggul dalam penguasaan bola, tapi juga mampu menjaga konsentrasi dalam tekanan.

Statistik mencatat The Gunners melepaskan 13 tembakan dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang. Fulham hanya membalas lewat tiga peluang bersih—semua digagalkan oleh Raya yang tampil solid.

Keberhasilan Arsenal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir membuktikan kedewasaan tim muda ini.

Arteta menekankan bahwa kemenangan semacam ini—meski minim gol—adalah kunci juara. “Kami belajar untuk menang di laga sulit. Bukan selalu soal keindahan permainan, tapi tentang hasil,” tegasnya.


Arsenal Kokoh di Puncak, City Tertekan

Dengan tambahan tiga poin, Arsenal kini mengoleksi 19 poin dari delapan laga—unggul tiga angka dari Manchester City yang turun ke posisi kedua. Liverpool berada di urutan ketiga dengan 15 poin.

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal menjadi lima pertandingan beruntun di Liga Inggris musim ini.

Sementara Fulham tetap tertahan di papan tengah, posisi ke-11, dengan hanya 9 poin dari delapan pertandingan. Marco Silva mengakui timnya tampil baik, tetapi kurang tajam di depan gawang. “Kami menciptakan peluang, tapi tidak cukup memanfaatkannya,” ucap Silva seusai pertandingan.


Sorotan Pemain: Trossard dan Saliba Bersinar

Leandro Trossard layak dinobatkan sebagai man of the match. Golnya menjadi pembeda dan sekaligus menjaga tren positif Arsenal. Selain itu, William Saliba tampil luar biasa di lini belakang, memenangi hampir semua duel dan menjadi tembok pertahanan yang sulit ditembus.

Di lini tengah, Declan Rice kembali menunjukkan kepemimpinan dan stabilitas yang membuat lini tengah Arsenal begitu sulit ditembus.

Menariknya, tanpa kehadiran Ødegaard, kombinasi Eze–Rice–Trossard justru memperlihatkan fleksibilitas taktik baru yang bisa diandalkan dalam laga-laga berat mendatang.


Momentum Keemasan Menuju Gelar?

Bagi para penggemar Arsenal, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah sinyal bahwa tim asuhan Arteta telah menemukan keseimbangan antara gaya bermain atraktif dan efisiensi hasil.

Musim ini, Arsenal terlihat lebih matang secara mental—tak lagi mudah goyah ketika ditekan atau menghadapi situasi sulit.

Arteta sendiri mengingatkan timnya agar tidak cepat puas. “Musim masih panjang. Tapi jika kami terus menjaga fokus seperti ini, kami bisa melangkah lebih jauh dari musim lalu,” ujarnya optimistis.

Kemenangan di Craven Cottage juga menjadi modal berharga sebelum mereka menghadapi rangkaian laga berat berikutnya melawan Tottenham dan Chelsea.


Arsenal Semakin Tak Terbendung

Fulham telah memberikan perlawanan keras, tapi Arsenal tampil sebagai tim yang lebih tenang dan efisien. Gol tunggal Leandro Trossard menjadi bukti bahwa The Gunners kini memiliki mental juara—bisa menang meski tanpa tampil sempurna.

Dengan performa konsisten dan kedalaman skuad yang semakin matang, Arsenal benar-benar mengirim pesan tegas kepada para rival: Liga Inggris 2025/2026 mungkin sedang menuju ke London Utara.

Editor : Mahendra Aditya
#premier league #Hasil Liga Inggris #Klasemen Premier League terbaru #Leandro Trossard #Arsenal vs Fulham #mikel arteta #klasemen premier league