KUDUS – Medali emas pertama dari cabang olahraga (cabor) tarung derajat berhasil didapat Jawa Tengah (Jateng).
Gelar itu, didapat dari kelas petarung putri 54-58 kg lewat atlet asal Kudus Vinka Widyaningrum yang mengandaskan kontingen asal Sumatera Barat.
Pertarungan berlangsung seru pada babak final kelas 54-58 kg tersebut.
Vinka sempat mendapatkan perlawanan dari petarung Sumatera Barat Dewi Yosilia pada rode pertama.
Vinka yang berpengalaman mampu memainkan tempo permainan.
Meski tertekan, ia mampu berbalik menguasai pertandingan. Pukulan-pukulannya mengenai sasaran. Begitu juga tendangannya akurat.
Pada ronde kedua, Vinka mendominasi permainan. Instruksi pelatihnya berhasil dijalankan dengan baik, sehingaga membuat lawan kesulitan Vinka semakin tak terbendung pada ronde kedua.
Lawannya sempat kewalahan menangkis pukulan dan tendangannya.
Dari hasil pertandingan final tersebut, Vinka berhasil memenangkan laga dengan skor tipis 2-1 atas Yosilia.
Usai pertandingan, Vinka Widyaningrum mengaku, pertarungan itu cukup menegangkan.
Usai pertandingan, ia harus mendapatkan perawatan hingga dilarikan ke rumah sakit. Dia mengalami cedera pergelangan tangan kanannya.
Meski mengalami cedera, semangat Vinka merebut medali emas pantang surut. Meski saat pertandingan ia mengalami sedikit trauma.
Asisten Pelatih Tarung Derajat Kontingen Jawa Tengah Cepi Suhendi mengapresiasi per uangan anak asuhnya yang berlaga di PON Bela Diri Kudus ini, meski dengan persiapan yang mepet.
Hasilnya, Vinka berhasil mem persembahkan emas bagi Jawa Tengah.
Cepi menambahkan, dari babak penyisihan hingga melaju ke final, lawan-lawan yang dihadapi Vinka cukup berat. Terutama atlet dari Aceh yang memberi perlawanan sengit.
”Vinka sempat mendapat pemotongan poin dua kali saat final. Namun kami yakin dia bisa menang, karena poinnya banyak,” ungkapnya.
Hasil pertandingan tersebut, tidak terlepas dari instruksi tim pelatih. Pada ronde pertama, Cepi cenderung mengamati gaya permainan lawan dan mencari celah untuk menyerang.
Vinka merupakan atlet andalan serta unggulan yang dibawa oleh Jateng. Jam terbangnya tidak diragukan lagi.
Pada PON Aceh-Sumut lalu, ia berhasil mem per semb ahkan medali perak untuk Jateng.
Cepi berharap, medali emas akan disumbangkan lagi lewat cabor tarung derajat di nomor yang lain.
Setidaknya ada dua orang atlet di kelas petarung dan tiga di kelas seni.
”Kami masih mempunyai peluang untuk mendapatkan emas. Ada lima atlet di babak final,” imnbuhnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa