Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Persijap Jepara Buktikan Bukan Penggembira di Kasta Tertinggi Liga di Indonesia, Hajar Persib & Persis Solo Jadi Bukti

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 14 September 2025 | 23:49 WIB

BERGAIRAH: Pemain Persijap Jepara Wahyudi Hamisi menerobos benteng pertahanan Persis Solo di Stadion Manahan Surakarta pada Sabtu (13/9).
BERGAIRAH: Pemain Persijap Jepara Wahyudi Hamisi menerobos benteng pertahanan Persis Solo di Stadion Manahan Surakarta pada Sabtu (13/9).

JEPARA – Anggapan bahwa Persijap Jepara hanya akan “numpang lewat” di kasta tertinggi sepak bola Indonesia perlahan terpatahkan.

Laskar Kalinyamat, julukan mereka, menjawab keraguan publik dengan kemenangan mengejutkan atas dua tim kuat: Persib Bandung dan Persis Solo.

Kemenangan dramatis di Stadion Gelora Bumi Kartini atas Persib menjadi awal cerita. Setelah babak pertama berakhir imbang tanpa gol, Carlos Henrique França Freires muncul sebagai pahlawan dengan gol di menit 67.

Persib sempat menyamakan kedudukan lewat Uilliam di menit 92, namun hanya sesaat. Sudi Abdallah memastikan tiga poin tetap di Jepara dengan gol penentu pada menit yang sama.

Belum puas sampai di situ, Persijap kembali menunjukkan mental juara di laga tandang melawan Persis Solo.

Pertandingan di Stadion Manahan berlangsung panas, dengan gol dianulir VAR, kartu merah kapten tuan rumah, hingga penalti di menit 90+13.

Rosalvo mencetak gol pembuka di menit 51, sebelum Cleylton menyamakan kedudukan. Namun Sudi Abdallah lagi-lagi jadi pembeda, mengeksekusi penalti di menit krusial dan membuat Laskar Kalinyamat pulang dengan kepala tegak.


Babak Pertama: Tekanan Tinggi & Gol Dianulir

Sejak peluit awal di Manahan, Persis Solo mengambil inisiatif menyerang. Kodai Tanaka dan Sho Yamamoto mencoba menembus pertahanan Persijap, tetapi barisan belakang Jepara tampil solid.

Rosalvo bahkan hampir mencetak gol cepat di menit 10, memaksa kiper Riyandi melakukan penyelamatan gemilang.

Peluang emas datang di menit ke-31 ketika Xandro Schenk mencetak gol tap-in dari situasi sepak pojok. Stadion bergemuruh, namun kebahagiaan tuan rumah hanya sebentar. Wasit Tri Santoso mendapat panggilan dari VAR, mengecek posisi pemain, dan memutuskan gol dianulir karena offside.

Momentum Persis seketika patah. Dominasi penguasaan bola 60% tidak menghasilkan gol hingga turun minum. Persijap tetap disiplin menunggu momen yang tepat.


Babak Kedua: Rosalvo & Sudi Abdallah Jadi Penentu

Laskar Kalinyamat menunjukkan kelasnya di paruh kedua. Menit 50, kombinasi satu-dua antara Wahyudi Hamisi, Carlos Franca, dan Dicky Kurniawan membongkar pertahanan tuan rumah. Rosalvo yang lolos kawalan dengan tenang mengarahkan bola ke sudut kiri gawang, membuat Persijap unggul 0-1.

Persis merespons dengan meningkatkan tekanan, tetapi justru kehilangan kapten Sho Yamamoto di menit 70 akibat kartu merah setelah insiden keras dengan Rahmat Hidayat. Bermain dengan 10 pemain tak membuat Persis menyerah.

Cleylton memanfaatkan kemelut di depan gawang dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Laga tampak akan berakhir imbang, hingga drama terjadi di menit 90+9. Bola mengenai tangan Sutanto Tan di kotak penalti. Setelah review VAR panjang, wasit menunjuk titik putih. Sudi Abdallah maju sebagai eksekutor, dan dengan tenang mengirim bola ke sisi kanan gawang. Gol ini mengunci kemenangan 1-2 untuk Persijap.


Reaksi Publik & Suporter

Media sosial langsung ramai pasca laga. Tagar #ManahanBerduka trending di X (Twitter), mayoritas berisi keluhan suporter Persis yang menilai keputusan VAR terlalu merugikan.

Di sisi lain, pendukung Persijap merayakan kemenangan bak meraih trofi.

Akun resmi Persijap mengunggah foto selebrasi tim dengan caption: “Tiga Poin Bersejarah di Manahan!” Komentar warganet pun memuji mental baja tim promosi ini.


Dampak ke Klasemen Super League

Kemenangan penting ini mengangkat Persijap ke papan tengah klasemen dengan lima poin dari lima laga. Mereka kini menempati peringkat 11, unggul selisih gol dari tim pesaing.

Sementara Persis Solo harus puas tertahan di posisi 15, hanya mengoleksi empat poin.

Persija Jakarta masih memimpin klasemen sementara dengan 10 poin, diikuti Borneo FC dan Arema FC. Namun keberhasilan Persijap membuat peta persaingan semakin menarik.


Analisis: Persijap Bukan Sekadar Tim Promosi

Kemenangan beruntun atas Persib dan Persis adalah bukti bahwa Persijap tak sekadar “pelengkap” Liga 1.

Mario Lemos mampu meracik strategi yang tepat: bertahan disiplin, menyerang cepat, dan memaksimalkan peluang.

Sepuluh kartu kuning yang diterima skuadnya melawan Persib dianggap wajar oleh sang pelatih. “Risikonya itu, tapi poin lebih penting di pertandingan ini,” ujarnya tegas.

Carlos Franca dan Rosalvo menjadi motor serangan, sementara Sudi Abdallah menunjukkan kualitas sebagai penentu hasil di momen-momen genting.


Liga 1 Makin Panas

Persijap Jepara kini bukan lagi tim yang diremehkan. Mereka telah membuktikan mampu menjinakkan dua tim besar dan mencuri poin di kandang lawan.

Jika konsistensi ini terjaga, bukan tak mungkin Laskar Kalinyamat menjadi kuda hitam Liga 1 musim ini. Lawan-lawan berikutnya tentu harus mewaspadai agresivitas dan mental juara tim ini.

Editor : Mahendra Aditya
#Super League 2025 2026 #persis solo #Klasemen Super League #Klasemen Super League 2025 #persib #Super League 2025 #Super League #persijap jepara