Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ultah Persebaya ke-98, Surabaya Berpesta! Ribuan Bonek Konvoi Tengah Malam, Polisi Tutup Jalan dan Siagakan 2.468 Personel!

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 18 Juni 2025 | 14:31 WIB

MENYALA : Suporter menyalakan flare sepanjang Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Beberapa kembang api juga menyalak di lokasi. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA) (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
MENYALA : Suporter menyalakan flare sepanjang Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Beberapa kembang api juga menyalak di lokasi. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA) (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR KUDUS – Momen ulang tahun ke-98 Persebaya Surabaya dimeriahkan Euforia para Bonek di jalanan Kota Pahlawan.

Meski manajemen klub telah menegaskan tak ada agenda resmi yang melibatkan massa besar, fakta di lapangan berkata lain—konvoi suporter pecah di berbagai titik, memaksa aparat kepolisian menyiagakan ribuan personel dan melakukan penyekatan besar-besaran.

Euforia para Bonek (sebutan untuk suporter Persebaya) seolah tak terbendung.

Sejak Selasa (17/6) malam, ratusan kendaraan bermotor dengan atribut hijau khas Persebaya tampak mengular di sejumlah ruas kota, terutama di sekitar Jalan Gubernur Suryo, Jalan Tunjungan, dan akses menuju Stadion Gelora 10 November, Tambaksari.

Baca Juga: Sudah Dilarang, Tetap Nekat! Bonek Tumpah Ruah Konvoi Rayakan Ulang Tahun Persebaya ke-98


Konvoi Nekat Pecah Meski Sudah Dilarang, Jalanan Surabaya Lumpuh!

Manajemen Persebaya sejatinya telah mengimbau suporter untuk tidak menggelar konvoi ataupun perayaan massal.

Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman, bahkan sudah menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-98 klub hanya dilakukan secara simbolis: ziarah ke makam pendiri, bagi-bagi tumpeng, serta meet and greet terbatas dengan pemain.

“Tema tahun ini adalah Persebaya untuk Semua, jadi mari rayakan dengan tertib, cukup tasyakuran di tempat masing-masing. Jangan sampai kota kita ternoda karena euforia berlebihan,” ujar Ram di Radio Suara Surabaya.

Namun imbauan ini tampaknya diabaikan sebagian oknum suporter. Aksi konvoi tetap berlangsung, lengkap dengan iring-iringan bendera raksasa dan yel-yel yang menggema di jantung kota.

Baca Juga: Lautan Bonek Guncang Surabaya! Begini Serunya Malam Puncak Ulang Tahun Persebaya ke-98


Polisi Tak Tinggal Diam: 2.468 Personel Disiagakan, Jalan Ditutup, Perbatasan Dijaga Ketat

Satlantas Polrestabes Surabaya bergerak cepat. Demi mencegah potensi chaos, aparat memberlakukan pengalihan arus besar-besaran serta penjagaan ketat di sejumlah titik rawan dan akses masuk kota.

Kasatlantas AKBP Herdiawan Arifianto menyatakan pengalihan arus mulai diberlakukan sejak pukul 18.00 WIB hingga dini hari. Lokasi yang terdampak antara lain:

Lebih jauh, pengamanan juga diperketat di batas kota—wilayah perbatasan Surabaya dengan Sidoarjo, Gresik, hingga sisi utara kota disekat untuk mencegah mobilisasi suporter dari luar daerah.

“Total kami turunkan sekitar 2.468 personel gabungan. Fokusnya adalah menjaga ketertiban dan mencegah kerumunan massa,” tegas Herdiawan.


Bonek: Antara Cinta dan Risiko, Loyalitas yang Sulit Dikekang

Bagi para Bonek, ulang tahun Persebaya bukan sekadar tanggal penting—ini adalah momen sakral. Tak heran jika larangan dari klub justru dianggap sebagai tantangan.

Di tengah upaya manajemen membangun citra baru dan meredam potensi kerusuhan, loyalitas sebagian suporter malah diwujudkan dengan cara-cara berisiko.

Di sisi lain, ada juga kelompok Bonek yang memilih mengikuti arahan klub: menggelar syukuran sederhana di komunitas lokal, memasang spanduk ucapan di kampung, hingga mengirim doa bersama.

Ini menunjukkan bahwa tidak semua Bonek anti-aturan. Justru banyak yang sudah mulai dewasa dan ingin menjadikan Persebaya sebagai ikon kebanggaan yang bersih dari cap negatif.

Baca Juga: Malam Gila Ulang Tahun ke-98 Persebaya! Ribuan Bonek Konvoi dan Kibarkan Bendera Raksasa di Jantung Surabaya


Surabaya Menuju Satu Abad Persebaya: Tertib Atau Tergelincir?

Persebaya kini tengah menapaki usia ke-98, menuju tonggak bersejarah: satu abad eksistensi di kancah sepak bola Indonesia.

Tapi jalan menuju 100 tahun tidak mudah. Klub ini tak hanya ditantang oleh kompetisi di lapangan, tapi juga oleh dinamika besar di luar stadion—mulai dari kultur suporter hingga keamanan publik.

Ram Surahman menyebut bahwa saat ini Persebaya tengah giat membangun atmosfer stadion yang ramah keluarga. Pascatragedi Kanjuruhan, mereka berupaya meyakinkan masyarakat bahwa menonton bola itu aman dan menyenangkan.

“Kampanye ini sudah mulai berhasil. Penonton makin banyak, citra makin baik. Tapi kalau ada konvoi liar, semua bisa runtuh dalam semalam,” ujarnya.

Perayaan ulang tahun Persebaya tahun ini bukan cuma soal usia atau kemenangan.

Ini adalah ujian nyata: apakah Surabaya bisa menunjukkan kedewasaan sebagai kota sepak bola sejati? Atau justru kembali terjebak dalam euforia tanpa kendali?

Tegangan antara kebanggaan dan ketertiban kini menyelimuti langit kota. Satu hal pasti: malam ini, semua mata tertuju pada Bonek dan Surabaya.

Editor : Mahendra Aditya
#persebaya surabaya #Persebaya Surabaya Buang 3 Pemain Asingnya #eks akademi Persebaya #anniversary Persebaya 98 #bonek #Pemain Asing Persebaya #Menuju 100 tahun Persebaya #Bonek konvoi Surabaya #Persebaya 98 tahun #98 tahun Persebaya #konvoi Bonek 2025