Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Akankah Megawati Tetap di Korea Setelah Gagal Membawa Red Sparks Juara Liga Voli Korea 2025?

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 9 April 2025 | 03:27 WIB

Megawati Hangestri dan rekan-rekannya gagal tampil maksimal, sementara AI Peppers bermain solid dan mendominasi pertandingan di semua lini.
Megawati Hangestri dan rekan-rekannya gagal tampil maksimal, sementara AI Peppers bermain solid dan mendominasi pertandingan di semua lini.

RADAR KUDUS – Megawati Hangestri Pertiwi telah tampil fenomenal di final leg kelima Liga Voli Korea Selatan (V-League) 2024/2025.

Meski gagal membawa Red Sparks meraih gelar juara setelah dikalahkan Pink Spiders dalam duel lima set dramatis, pemain asal Indonesia itu justru menjadi pusat perhatian.

Kini, satu pertanyaan besar mengemuka: Akankah Megawati tetap bertahan di Korea musim depan?

Final yang digelar di Samsan World Gymnasium, Incheon, Selasa (8/4), menjadi puncak dari perjalanan emosional dua tim kuat V-League musim ini.

Pink Spiders, dipimpin kapten legendaris Kim Yeon Koung, menutup karier sang bintang dengan gelar juara.

Sementara Megawati dan Red Sparks harus puas sebagai runner-up—meski mereka memberikan perlawanan yang sangat luar biasa.

Baca Juga: Hasil Live Final Leg 5 Liga Voli Korea 2025: Pink Spiders Juara, Red Sparks runner up, Final Terbaik dalam Satu Dekade


Drama Lima Set: Red Sparks Nyaris Comeback Sempurna

Pink Spiders memulai final dengan dua kemenangan set langsung, masing-masing 26-24. Mereka tampil solid, memanfaatkan kesalahan lawan di poin-poin akhir.

Kim Yeon Koung, seperti biasa, menjadi jangkar permainan Pink Spiders dengan kepemimpinan tenang dan teknik tinggi.

Namun Red Sparks bukan tim yang mudah menyerah. Di set ketiga, mereka bangkit lewat permainan agresif Megawati, yang berkali-kali memecah blok lawan.

Set ini pun dimenangkan 26-24 lewat blok krusial dari Lee Ju-ah. Lanjut ke set keempat, Megawati kembali jadi sorotan dengan smes keras dan penempatan bola cerdas. Red Sparks akhirnya menyamakan skor menjadi 2-2 usai menang 25-23.

Red Sparks
Red Sparks


Set Penentuan: Pink Spiders Bungkam Harapan Comeback

Di set kelima, Red Sparks sempat memimpin 8-6 saat pergantian sisi. Namun pengalaman dan ketenangan Pink Spiders kembali mengambil alih. Kim Yeon Koung menyumbang tiga poin penting, termasuk satu blok di momen kritis.

Skor imbang 13-13 menjadi titik klimaks laga. Sayangnya bagi Red Sparks, servis Bukilic melebar dan spike Megawati terbaca dan diblok dengan sempurna.

Pink Spiders menutup set dengan kemenangan 15-13 dan menyegel gelar juara musim ini.


Megawati: MVP Tanpa Gelar, Pusat Perhatian Liga

Meski gagal meraih trofi, nama Megawati Hangestri Pertiwi tetap dielu-elukan. Ia mencetak lebih dari 25 poin dalam pertandingan ini—menjadikannya top scorer dan nyawa permainan Red Sparks.

Permainannya yang penuh tenaga, tajam, dan tak kenal lelah bahkan memukau publik Korea Selatan dan Asia.

Megawati kini menjadi simbol semangat baru voli putri Asia Tenggara. Tak hanya mengangkat performa tim, ia juga membawa kebanggaan bagi Indonesia.

Sosoknya bukan lagi sekadar pemain asing di V-League, tetapi sudah menjelma menjadi bintang yang layak dikagumi.

Baca Juga: Kim Yeon Koung Tutup Karier dengan Indah: Kalahkan Red Sparks dan Megawati, Sang Ratu Voli Korea Akhiri Musim Terakhir dengan Gelar Juara


Red Sparks Menang lawan GS Caltex Round 5, Megawati jadi Inspirasi Kemenangan
Red Sparks Menang lawan GS Caltex Round 5, Megawati jadi Inspirasi Kemenangan

Akankah Megawati Tetap di Korea?

Pertanyaan yang kini mengemuka: Apakah Megawati akan bertahan di V-League musim depan?

Secara kontrak, musim Megawati bersama Red Sparks telah usai. Namun performanya yang luar biasa diyakini membuat klub-klub lain di Korea bahkan luar negeri—seperti Jepang atau Eropa—mulai melirik.

Kecintaan publik Korea terhadap Megawati juga menjadi faktor penting yang bisa memengaruhi keputusan manajemen Red Sparks untuk memperpanjang kontraknya.

Meski belum ada pernyataan resmi, Megawati sempat menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya bermain di Liga Korea.

Ia juga mengaku banyak belajar, berkembang secara teknik maupun mental selama satu musim ini.

"Ini adalah musim yang sangat berkesan. Saya merasa lebih kuat, lebih dewasa, dan saya bangga bisa membela Red Sparks," ujarnya dalam wawancara pasca pertandingan.

Namun keputusan akhir kemungkinan baru akan diumumkan beberapa pekan ke depan, setelah evaluasi tim dan pembahasan kontrak selesai dilakukan.

Baca Juga: Pink Spiders Juara! Red Sparks Kalah Tipis pada Set Kelima, Megawati Sudah Lakukan yang Terbaik


Kim Yeon Koung - Pink Spiders
Kim Yeon Koung - Pink Spiders

Kim Yeon Koung Pensiun di Puncak, Estafet ke Megawati?

Di sisi lain, Kim Yeon Koung menutup kariernya di V-League dengan manis—mengangkat trofi bersama Pink Spiders.

Pemain berusia 36 tahun itu secara terbuka menyatakan pensiun dari liga domestik, meski belum memastikan apakah akan benar-benar meninggalkan dunia voli sepenuhnya.

Momen ini memunculkan simbolik estafet: dari legenda ke bintang baru. Megawati kini dipandang sebagai calon ikon baru V-League, dengan aura internasional dan popularitas yang terus meroket.


Dampak Besar Bagi Voli Indonesia

Tak bisa dipungkiri, keberhasilan Megawati di Korea membuka pintu besar bagi pemain Indonesia lainnya untuk menembus panggung profesional internasional.

Ia membuktikan bahwa atlet dari Asia Tenggara bisa bersaing di liga elite Asia.

Kini, para pecinta voli Tanah Air berharap Megawati terus berkembang—baik tetap di Korea maupun menjajal liga lain yang lebih kompetitif.

Namun satu hal pasti: kariernya sedang berada di titik terang, dan masa depannya tinggal menunggu cerita besar berikutnya.

Baca Juga: PANAS! Final Leg 5 Liga Voli Korea: Red Sparks Bangkit di Set Ketiga Usai Tertinggal 0-2 dari Pink Spiders!


Penutup: Antara Kejayaan Pink Spiders dan Masa Depan Megawati

Pink Spiders sah menyandang gelar juara Liga Voli Korea 2024/2025. Kim Yeon Koung menutup karier gemilangnya dengan prestasi tertinggi.

Sementara Red Sparks pulang tanpa trofi, tapi membawa harapan baru lewat sosok Megawati.

Final ini bukan hanya tentang siapa menang dan kalah—tapi tentang masa depan. Dan masa depan voli Asia, kini mulai bersinar dari tangan seorang Megawati Hangestri Pertiwi.

Apakah ia akan kembali ke Korea? Atau melanjutkan petualangan ke liga lain? Jawabannya masih misteri. Tapi satu hal pasti: kariernya baru saja dimulai.

Editor : Mahendra Aditya
#KOVO V League #Red Sparks #Megawati Hangestri #Pink Spiders #Red Spark #Liga Voli Korea #Megawati Hangestri Megatron #Pink Spiders juara #megawati red sparks #Liga Voli Korea 2025