Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh, Polemik Tunggak Gaji Warnai Kick Off Liga 2 2024/25: 7 Klub Masih Berhutang Rp 1,5 Miliar

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 6 September 2024 | 18:01 WIB
APPI melaporkan bahwa tujuh klub di Liga 2 masih belum menyelesaikan kewajiban kontraktual mereka terhadap 51 pemain. (IG: APPI)
APPI melaporkan bahwa tujuh klub di Liga 2 masih belum menyelesaikan kewajiban kontraktual mereka terhadap 51 pemain. (IG: APPI)

RADAR KUDUS - Menjelang kick off Liga 2 2024/2025 yang akan dimulai dalam dua hari lagi, muncul masalah serius yang mengancam kelancaran kompetisi.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengungkapkan bahwa ada tujuh klub yang masih memiliki tunggakan gaji terhadap 51 pemain, dengan total nilai mencapai Rp 1,5 miliar. Berikut adalah rincian dan dampak dari masalah ini:

Jumlah Klub dan Pemain Terlibat

Jumlah Klub dan Pemain: APPI melaporkan bahwa tujuh klub di Liga 2 masih belum menyelesaikan kewajiban kontraktual mereka terhadap 51 pemain.

Total nilai tunggakan mencapai Rp 1.534.217.000,00 (satu miliar lima ratus tiga puluh empat juta dua ratus tujuh belas ribu rupiah).

 

Proses Penyelesaian: Seluruh kasus sengketa kontraktual ini saat ini tengah melalui proses hukum di National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.

Proses ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan sebelum kompetisi dimulai.

Tindakan dari APPI dan Harapan ke Depan

Apresiasi dan Permintaan: CEO APPI, Hardika Aji, memberikan apresiasi kepada klub-klub yang sudah memenuhi kewajiban mereka dan juga kepada PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang telah membantu mengawal penyelesaian sengketa.

Namun, APPI juga menekankan pentingnya penyelesaian sengketa yang masih ada.

Harapan untuk Penyelesaian: APPI berharap agar klub-klub yang masih memiliki perselisihan kontrak dapat segera menyelesaikannya.

Ini penting agar Liga 2 dapat bergulir dengan baik tanpa adanya gangguan yang dapat mempengaruhi kualitas dan jalannya kompetisi.

Dampak terhadap Kompetisi

 

Potensi Gangguan: Masalah tunggakan gaji ini berpotensi mengganggu kelancaran Liga 2.

Jika sengketa tidak terselesaikan tepat waktu, hal ini bisa memengaruhi kondisi mental pemain serta reputasi klub-klub yang terlibat.

 

Pentingnya Kepatuhan Kontrak: Keseriusan dalam menyelesaikan kewajiban kontraktual sangat penting untuk menjaga integritas kompetisi.

Kepatuhan terhadap kontrak adalah salah satu aspek yang menunjukkan profesionalisme dalam sepak bola.

Langkah Selanjutnya

Pengawasan oleh PSSI dan PT LIB: PSSI dan PT LIB diharapkan terus memantau dan memberikan dukungan untuk menyelesaikan sengketa ini.

Mereka memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kompetisi dapat berjalan sesuai jadwal dan tanpa masalah administratif.

 

Penekanan pada Solusi: Segala upaya harus difokuskan pada penyelesaian sengketa agar tidak mengganggu jalannya Liga 2.

Ini termasuk menegakkan aturan dan memberikan sanksi jika diperlukan untuk mendorong klub-klub yang belum menyelesaikan kewajibannya.

Dengan kick off Liga 2 2024/2025 yang semakin dekat, penting bagi semua pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tunggakan gaji ini agar kompetisi dapat dimulai dengan lancar.

Penanganan cepat dan tepat akan menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas liga dan kepuasan semua pihak yang terlibat.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pembagian grup liga 2 #Pegadaian Liga 2 musim 2024 2025 #Kick Off Liga 2 #grup liga 2 #dimana nonton liga 2 #sistem liga 2 #KLub Liga 2 #appi #gaji pemain #Polemik Tunggak Gaji pemain #liga 2 grup timur #format liga 2