RADAR KUDUS - Debut Jay Idzes bersama Venezia di Serie A Italia menjadi sorotan setelah pemain berusia 24 tahun ini tampil impresif dalam laga melawan Fiorentina pada Minggu, 25 Agustus 2024 di Stadion Artemio Franchi, Firenze.
Ini adalah penampilan pertama Jay Idzes sebagai starter bersama tim berjuluk I Leoni Alati, setelah sebelumnya absen dalam laga perdana melawan Lazio.
Idzes menunjukkan ketenangan dan kecermatan dalam menjaga lini pertahanan Venezia dari serangan pemain-pemain berbahaya Fiorentina seperti Moise Kean, Cristian Kouame, Antonin Barak, dan Dodo
Sayangnya, penampilan apik Idzes harus terhenti pada menit ke-68 ketika ia terpaksa ditarik keluar lapangan akibat cedera. Posisi Idzes kemudian digantikan oleh Michael Svoboda.
Baca Juga: Media Malaysia Puji Jay Idzes yang Catatkan Sejarah di Serie A. Ini Penjelasannya
Meskipun demikian, kontribusi Idzes selama di lapangan tidak bisa diabaikan.
Dengan performa yang tenang dalam mengawal pemain lawan dan dalam mengalirkan bola ke depan, Idzes membantu Venezia meraih satu poin penting dari laga tandang tersebut.
Pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0, yang menjadi poin pertama Venezia di Serie A musim ini setelah sebelumnya kalah dari Lazio di laga pembuka.
Dengan hasil imbang ini, Venezia sementara berada di posisi ke-17 klasemen Serie A dengan koleksi satu poin, sedangkan Fiorentina menempati peringkat ke-12 dengan dua poin.
Fakta Menarik Tentang Jay Idzes
-
Pemain Indonesia Pertama di Serie A
Jay Idzes mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang berhasil tampil di kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A.
Sebelumnya, impian ini hampir diwujudkan oleh Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy, yang pernah bergabung dengan tim Primavera Sampdoria.
Namun, Idzes akhirnya menjadi yang pertama meraih kesempatan ini dan mencatatkan debutnya di salah satu liga terbaik dunia. -
Pemain Asia ke-38 di Serie A
Jay Idzes juga masuk dalam daftar eksklusif sebagai pemain Asia ke-38 yang tampil di Serie A. Dari Asia, Jepang menjadi negara yang paling banyak mengirimkan pemainnya ke Serie A dengan 14 pemain, diikuti oleh Australia dengan 12 pemain.
Negara-negara lain seperti Iran, Korea Selatan, Uzbekistan, Irak, dan Korea Utara masing-masing telah mengirimkan satu hingga empat pemain ke liga ini.
Kehadiran Idzes menambah daftar pemain Asia yang berkompetisi di Italia, memperkuat posisi Asia di panggung sepak bola Eropa. -
Statistik Mengagumkan di Debutnya
Menurut catatan Sofascore, Jay Idzes memiliki statistik yang mengesankan selama debutnya. Ia menguasai lini pertahanan Venezia dengan baik, terutama di sisi kanan.
Dalam laga tersebut, Idzes mencatatkan tiga sapuan bersih atau clearance, satu kali merebut bola, dan satu kali melakukan tekel.
Statistik ini menegaskan peran penting Idzes dalam menjaga pertahanan Venezia dari gempuran lawan. -
Nyaris Cetak Gol dalam Debut
Tidak hanya kuat dalam bertahan, Jay Idzes juga menunjukkan insting menyerang yang tajam.
Pada menit ke-18, Idzes hampir mencetak gol setelah menerima umpan dari rekannya dari sisi kanan.
Sayangnya, tembakan first time yang dilepaskannya dari dalam kotak penalti masih melayang di atas mistar gawang.
Meski gagal mencetak gol, aksi ini menunjukkan potensi Idzes dalam memberikan kontribusi di kedua sisi lapangan. -
Pemain ASEAN Pertama di Serie A
Jay Idzes juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama dari kawasan Asia Tenggara yang berhasil merumput di Serie A.
Hingga saat ini, belum ada pemain lain dari ASEAN yang mampu mencapai level tertinggi di Liga Italia selain Idzes.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga bagi seluruh kawasan Asia Tenggara yang mendukung pemainnya berkompetisi di panggung sepak bola Eropa.
Baca Juga: Catat! Hak Siar Serie A bakal Masuk Indonesia, Ini Jadwalnya
Debut Jay Idzes di Serie A membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara.
Dengan penampilan solid dan berbagai fakta menarik yang mengiringi debutnya, Idzes diharapkan dapat terus mengukir prestasi di kancah internasional dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Asia Tenggara yang bermimpi untuk bermain di liga-liga top Eropa. (ury)
Editor : Noor Syafaatul Udhma