Di samping keberhasilan Laskar Saridin mencuri satu poin, manajemen dan pelatih Persipa Pati menyesalkan kepemimpinan wasit dalam pertandingan melawan PSCS Cilacap, Senin (5/9) kemarin malam. Banyak keputusan wasit yang dinilai janggal dan condong membela tuan rumah.
"Wasit parah banget. Tadi pengawas wasit sampai marah-marah juga (karena kepemimpinan wasit tersebut)," terang General Manajer Persipa Pati Dian Dwi Budianto.
Indikasi kecurangan itu, kata salah seorang sumber lain, terlihat dari banyaknya kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk pemain Persipa di babak pertama. Total ada 4 pemain yang mendapat kartu kuning. Banyak terjadi pelanggaran keras kepada pemain Persipa tapi wasit tidak menjatuh kartu kuning.
Meskipun begitu Head coach Persipa Pati Nazal Mustofa mengaku tetap bersyukur dengan hasil yang diperoleh oleh Persipa Pati, karena berhasil mencuri 1 poin di kandang PSCS Cilacap. Apalagi Laskar Saridin sempat tertinggal di menit ke-67, melalui gol yang dicetak Ramadhan dan baru berhasil menyamakan kedudukan di menit 90+2 melalui tandukan Riski Novriansyah.
"Alhamdulillah, Persipa bisa menahan PSCS Cilacap, banyak tekanan. Termasuk adanya keputusan wasit yang kurang baik. Banyak keputusan wasit yang merugikan Persipa," kata Nazal Mustofa.
"Wasit memang bagus tapi beberapa kali membuat keputusan yang kurang bijaksana," imbuhnya.
Sementara di sisi taktikal dan permainan, Nazal mengaku masih banyak evaluasi yang harus dilakukan oleh timnya. Antara lain masalah antisipasi long ball yang sering dimainkan lawan.
Sementara itu salah seoarang pemain Persipa Rizki Imam mengakui keputusan-keputusan wasit membuat timnya merasa tertekan. Namun pihaknya beryukur atas hasil yang didapat. “Meskipun tidak bisa dapat 3 poin tapi sudah lebih baik bisa menggondol 1 poin dari tuan rumah,” paparnya. (aua/him) Editor : Ali Mustofa