RADAR KUDUS - Bukan rahasia lagi, menjadi bagian dari Kepolisian Republik Indonesia masih menjadi impian banyak anak muda.
Selain karena citra gagah dan pengabdian untuk negara, ada satu faktor lain yang kerap bikin penasaran—berapa sih sebenarnya gaji Taruna Akpol dan anggota Polri di tahun 2025?
Fakta menariknya, bahkan sebelum lulus pun, Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) sudah menerima tunjangan bulanan yang mencakup biaya hidup dan pendidikan. Dan setelah lulus?
Mereka langsung menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda), dengan gaji dan tunjangan yang tak bisa dianggap kecil.
Baca Juga: Gaji PNS Naik Tajam? Segini Total Penghasilan Golongan I–IV per Agustus 2025, Siap Masuk Rekening
Gaji Taruna Akpol: Digaji Sejak Belum Lulus!
Bagi kamu yang bermimpi masuk Akpol, ada kabar baik: taruna tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tapi juga ditanggung penuh selama masa pendidikan. Fasilitas yang diterima meliputi:
-
Biaya pendidikan
-
Akomodasi (asrama)
-
Makanan dan kebutuhan harian
-
Layanan kesehatan
-
Tunjangan hidup
Dengan kata lain, meski belum sah menjadi perwira polisi, para taruna sudah digaji secara tidak langsung melalui tunjangan-tunjangan tersebut.
Lulus Langsung Jadi Perwira: Gaji Ipda Capai Hampir Rp 5 Juta!
Setelah lulus dari Akpol, Taruna langsung menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dan ditempatkan di berbagai satuan tugas di seluruh Indonesia. Pada tahun 2025, gaji pokok seorang Ipda berada di kisaran:
Rp 2.954.200 – Rp 4.779.300 per bulan
Namun, nominal tersebut belum termasuk berbagai tunjangan tambahan seperti:
-
Tunjangan kinerja
-
Tunjangan penempatan wilayah
-
Tunjangan keluarga
-
Tunjangan kesehatan
Total penghasilan bisa jauh lebih besar, tergantung wilayah tugas dan jabatan struktural yang diemban.
Baca Juga: Lulusan SMA Bisa Lamar! BUMN Buka Lowongan Kerja dengan Gaji di Atas UMK dan Banyak Fasilitas
Rincian Gaji Polisi 2025 Semua Pangkat
Buat kamu yang penasaran berapa penghasilan anggota polisi di luar lulusan Akpol, berikut ini gambaran lengkapnya sesuai golongan dan pangkat:
Golongan I – Tamtama (Bhayangkara)
-
Bharada: Rp 1.775.000 – Rp 2.741.300
-
Bharatu: Rp 1.830.500 – Rp 2.827.000
-
Bharaka: Rp 1.887.800 – Rp 2.915.400
-
Abripda: Rp 1.946.800 – Rp 3.006.000
-
Abriptu: Rp 2.007.700 – Rp 3.100.700
-
Abrippol: Rp 2.070.500 – Rp 3.197.700
Golongan II – Bintara
-
Bripda: Rp 2.272.100 – Rp 3.733.700
-
Briptu: Rp 2.343.100 – Rp 3.850.500
-
Brigpol: Rp 2.416.400 – Rp 3.971.000
-
Bripka: Rp 2.492.000 – Rp 4.095.200
-
Aipda: Rp 2.570.000 – Rp 4.223.300
-
Aiptu: Rp 2.650.300 – Rp 4.355.400
Golongan III – Perwira Pertama
-
Ipda: Rp 2.954.200 – Rp 4.779.300
-
Iptu: Rp 3.046.600 – Rp 5.006.500
-
AKP: Rp 3.141.900 – Rp 5.163.100
Golongan IV – Perwira Menengah
-
Kompol: Rp 3.240.200 – Rp 5.324.600
-
AKBP: Rp 3.341.500 – Rp 5.491.200
-
Kombes Pol: Rp 3.446.000 – Rp 5.663.000
Golongan IV – Perwira Tinggi
-
Brigjen Pol: Rp 3.553.800 – Rp 5.840.100
-
Irjen Pol: Rp 3.665.000 – Rp 6.022.800
-
Komjen Pol: Rp 5.485.800 – Rp 6.211.200
-
Jenderal Pol: Rp 5.657.400 – Rp 6.405.500
Mengapa Gaji Polisi Naik Setiap Tahun?
Kenaikan gaji polisi dari tahun ke tahun tak lepas dari evaluasi sistem remunerasi nasional serta peningkatan anggaran belanja negara.
Pemerintah ingin memastikan aparat keamanan mendapatkan imbal balik yang setara dengan risiko kerja mereka di lapangan.
Selain itu, tunjangan kinerja dan tunjangan wilayah juga ikut disesuaikan dengan lokasi dan tingkat kerawanan tugas.
Baca Juga: Mulai 1 Agustus! Gaji Pensiunan PNS Naik hingga 12 Persen, Ini Rincian Lengkap Tiap Golongan
Profesi Polisi Masih Jadi Primadona
Dengan gaji pokok yang kompetitif, tunjangan berlapis, serta jenjang karier yang jelas, tak heran jika profesi sebagai polisi—khususnya lulusan Akpol—masih menjadi dambaan banyak generasi muda.
Apalagi dengan adanya jaminan penghasilan sejak masa pendidikan, jalur karier ini dianggap stabil dan prestisius.
Bagi kamu yang punya cita-cita menjadi bagian dari Korps Bhayangkara, kini saatnya menyiapkan diri dari sekarang. Karena bukan hanya sekadar pangkat, gaji dan kesejahteraan juga sudah menanti!
Editor : Mahendra Aditya