RADAR KUDUS – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Senin (10/8/2026) pagi.
Letusan tercatat terjadi sekitar pukul 08.03 WIB, dengan kolom abu teramati naik hingga sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian kurang lebih 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api, Sigit Rian Alfian, kolom erupsi yang keluar dari kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal. Material abu tersebut kemudian bergerak ke arah utara dan barat laut dari kawasan puncak.
Badan Geologi menyampaikan bahwa erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 08.03 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter dari atas puncak. Aktivitas tersebut juga tercatat oleh peralatan pemantauan seismik.
Rekaman seismograf menunjukkan erupsi memiliki amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter. Sementara itu, durasi letusan tercatat berlangsung selama sekitar 97 detik.
Menyusul aktivitas erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi zona rawan yang telah ditetapkan.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Larangan aktivitas juga berlaku di luar radius tersebut, khususnya pada area berjarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Kawasan ini dinilai memiliki potensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, PVMBG meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut memiliki risiko terkena lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, serta aliran lahar.
Potensi bahaya tersebut terutama perlu diperhatikan di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu dari kawasan puncak Semeru. Beberapa jalur aliran yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Ancaman lahar juga dapat terjadi melalui sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan. Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah, terutama ketika terjadi hujan yang dapat meningkatkan potensi aliran material vulkanik.
Aktivitas erupsi Gunung Semeru menjadi pengingat bagi masyarakat maupun wisatawan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG.
Kepatuhan terhadap batas aman kawasan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko ketika aktivitas vulkanik kembali meningkat.
Editor : Ali Mustofa