Dies Natalis ke-60, UIN Sunan Kudus Kukuhkan Dua Guru Besar

KUDUS – Dies Natalis ke-60 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menjadi momentum memperkuat tradisi akademik kampus. Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar Senin (10/8), UIN Sunan Kudus mengukuhkan dua guru besar sekaligus meluncurkan buku bunga rampai yang melibatkan 87 penulis.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Lab Terpadu tersebut menjadi bagian dari puncak peringatan enam dekade perjalanan UIN Sunan Kudus. Selain pengukuhan guru besar dan peluncuran buku, agenda juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi serta tiga jurnal ilmiah yang berhasil meraih peringkat SINTA.
Dua guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Adri Effery sebagai Guru Besar Bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam dan Prof. Ma’mun Mu’min sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Ilmu Tafsir.
Baca Juga: Delapan Mahasiswa KPI UIN Sunan Kudus Rampungkan Program PPL Satu Bulan di Radar Kudus
Pengukuhan tersebut menambah kekuatan sumber daya akademik UIN Sunan Kudus sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul di kawasan Pantura Timur.
Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Abdurrohman Kasdi, mengatakan momentum usia ke-60 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan institusi, tetapi juga meneguhkan arah pengembangan kampus ke depan.
Menurutnya, capaian yang diraih UIN Sunan Kudus merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika. Transformasi dari IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus pada Mei 2025 juga menjadi babak penting dalam perjalanan tersebut.
“Transformasi IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus bukan sekadar perubahan status kelembagaan. Ini adalah babak baru PTKIN Pantura Timur. Kita memasuki fase baru untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam yang memiliki mandat keilmuan lebih luas dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban,” ujarnya.
Seiring perubahan status tersebut, UIN Sunan Kudus dituntut memperkuat kualitas akademik dan memperluas kontribusinya. Salah satunya melalui pengembangan sumber daya manusia, riset, publikasi ilmiah, dan karya intelektual.
“UIN Sunan Kudus harus menjadi cahaya ilmu bagi Pantura Timur. Dari Kudus, kita ingin membangun pusat keunggulan akademik, melahirkan generasi intelektual yang berkarakter, memperkuat riset dan inovasi, serta menghadirkan lulusan yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Selain pengukuhan dua guru besar, Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus juga ditandai dengan peluncuran buku bunga rampai berjudul Spirit Sunan Kudus dan Islam Kosmopolitan untuk Peradaban Masa Depan.



