Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lahan Tidur Dibangunkan, Revola Dibidik Masuk 35 Daerah

A
Penulis: Admin❯
TINJAU TERNAK KAMBING: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bahkan memasang target lebih besar: Revola direplikasi di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
TINJAU TERNAK KAMBING: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bahkan memasang target lebih besar: Revola direplikasi di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Advertisement

BANJARNEGARA – Lahan tidur di Jawa Tengah tak boleh terus “nyenyak”. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menggeber Revolusi Lahan (Revola) Jateng Optimis untuk mengubah lahan mangkrak menjadi sumber pangan, lapangan kerja, sekaligus mesin ekonomi baru bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bahkan memasang target lebih besar: Revola direplikasi di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Target tersebut disampaikan Luthfi saat meresmikan sekaligus meninjau program Revola Jateng Optimis di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin (10/8).

Advertisement

Luthfi menegaskan, persoalan lahan tidak produktif bukan hanya milik Banjarnegara. Di berbagai daerah masih terdapat lahan yang belum digarap secara maksimal. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan kehadiran pemerintah.

“Saya pengen seluruh kabupaten/kota harus punya Revola, karena saya yakin di seluruh kabupaten/kota masih banyak lahan kita yang tidur nyenyak. Lahan tidur yang tidak pernah digarap, provinsi harus turun tangan,” kata Luthfi.

Bukan Sekadar Buka Lahan

Advertisement

Revola tidak dirancang sekadar untuk “membangunkan” lahan yang lama terbengkalai. Konsepnya dibuat sebagai ekosistem pertanian terintegrasi.

Pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat dipadukan dalam satu kawasan. Harapannya, satu lahan bisa menghasilkan banyak manfaat dan menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang.

Model itu mulai terlihat di Desa Susukan. Lahan seluas sekitar 10 hektare yang sebelumnya kurang produktif selama kurang lebih 12 tahun kini kembali digarap. Lahan eks tanaman teh tersebut dikembangkan dengan konsep integrated smart farming.

Kopi dan alpukat ditanam sebagai tanaman konservasi untuk membantu menekan erosi. Di kawasan yang sama juga dikembangkan hortikultura, padi, perikanan, serta peternakan ayam dan kambing.

Advertisement

Artikel Terkait

Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya, Hemat Biaya Produksi

Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya, Hemat Biaya Produksi

Petani di Jawa Tengah mulai memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS) untuk memangkas biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.

Profil Gus Rozin, Ketua PWNU Jateng yang Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Profil Gus Rozin, Ketua PWNU Jateng yang Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Gus Rozin masuk bursa Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Berbasis tradisi pesantren dan pengalaman organisasi, ia menawarkan pembenahan internal serta penguatan kedaulatan organisasi.

Raih Special Achievement Award, Ahmad Luthfi Dinilai Berhasil Hadirkan Terobosan untuk Jateng

Raih Special Achievement Award, Ahmad Luthfi Dinilai Berhasil Hadirkan Terobosan untuk Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan untuk kategori Special Achievement Award dalam ajang Radar Kudus Award 2026, di Kabupaten Kudus, Jumat, 7 Agustus 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer