JAKARTA – Aktivitas bermain sepak bola di lahan tidur milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sempat menjadi perbincangan publik setelah videonya viral di media sosial.
Lapangan sederhana yang dibuat warga bahkan digunakan untuk menggelar pertandingan antartim pada akhir pekan.
Meski mengapresiasi semangat olahraga masyarakat, PT KAI menegaskan bahwa lahan tersebut tidak dapat digunakan secara bebas maupun dijadikan lapangan sepak bola permanen.
Pertimbangan utama bukan karena melarang kegiatan olahraga, melainkan demi menjaga keselamatan masyarakat.
Berawal dari Video Liga Aspal yang Viral
Perhatian publik bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan anak-anak muda memanfaatkan lahan kosong milik KAI sebagai lapangan sepak bola.
Dengan garis lapangan yang dibuat menggunakan cat putih dan gawang sederhana, pertandingan berlangsung layaknya kompetisi lokal.
Kegiatan tersebut diketahui diselenggarakan oleh warga dan karang taruna setempat di kawasan RW 08, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat.
Lokasinya berada tidak jauh dari jalur aktif kereta api sehingga menarik perhatian banyak pihak.
KAI Mendukung Olahraga, Tetapi Keselamatan Prioritas
Manajer Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa perusahaan mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan masyarakat, khususnya untuk mengisi waktu luang dan mendorong gaya hidup sehat.
Namun, KAI menegaskan penggunaan aset perusahaan tetap harus memperhatikan aspek keamanan. Lokasi lapangan yang berdekatan dengan jalur rel aktif dinilai memiliki potensi risiko yang tidak bisa diabaikan.
Karena itu, KAI belum memberikan izin penggunaan lahan tersebut sebagai lokasi kegiatan olahraga secara bebas maupun berkelanjutan.
Mengapa Tidak Diizinkan?
Ada beberapa alasan utama yang menjadi pertimbangan KAI:
- Dekat dengan jalur kereta aktif, sehingga berpotensi membahayakan pemain maupun penonton.
- Aset perusahaan harus digunakan sesuai aturan, sehingga pemanfaatannya memerlukan izin resmi.
- Menghindari risiko kecelakaan, terutama jika bola atau pemain memasuki area rel kereta.
- Menjaga keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam pengelolaan aset perkeretaapian.
KAI menilai pencegahan jauh lebih penting dibandingkan harus menghadapi potensi insiden yang dapat membahayakan nyawa.
Komunikasi dengan Warga Tetap Dilakukan
Meski belum memberikan izin, KAI menyatakan tetap membuka komunikasi dengan masyarakat maupun panitia kegiatan.
Pendekatan persuasif dipilih agar aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman tanpa menimbulkan risiko terhadap operasional perjalanan kereta api.
Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan lahan di sekitar jalur rel tanpa persetujuan resmi karena seluruh area tersebut merupakan aset negara yang memiliki aturan pemanfaatan.
Keselamatan Menjadi Prioritas
Dalam berbagai kesempatan, KAI secara konsisten mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di area jalur kereta api maupun ruang manfaat perkeretaapian.
Selain melanggar ketentuan, aktivitas di kawasan tersebut berpotensi membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kereta.
Karena itu, meski antusiasme warga terhadap olahraga mendapat apresiasi, KAI menegaskan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas di atas segalanya.
Hingga saat ini, belum ada keputusan yang mengizinkan lahan tidur di kawasan Menteng tersebut digunakan sebagai lapangan sepak bola permanen.
KAI bersama warga masih mengedepankan komunikasi untuk mencari solusi yang tetap mengutamakan keamanan.
Editor : Mahendra Aditya