Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Warga Dilarang Dekati Kawah Radius 5 Km

Ali Mustofa • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:04 WIB
Ilustrasi: Gunung anak Krakatau pantauan dari cctv PVMBG. ANTARA/HO-PVMBG/am.
Ilustrasi: Gunung anak Krakatau pantauan dari cctv PVMBG. ANTARA/HO-PVMBG/am.

RADAR KUDUS – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi meningkatkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Jumat (3/7/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kenaikan status didasarkan pada hasil pengamatan visual maupun data instrumental.

Sejumlah indikator menunjukkan aktivitas gunung api terus meningkat, mulai dari bertambahnya frekuensi gempa vulkanik, perubahan deformasi tubuh gunung.

Hingga aktivitas di permukaan yang mengarah pada pergerakan magma menuju lapisan yang lebih dangkal.

Menurut Lana, kondisi tersebut menjadi sinyal adanya suplai magma ke permukaan sehingga potensi erupsi perlu diwaspadai.

Karena itu, masyarakat maupun wisatawan diminta tidak beraktivitas di sekitar kawah aktif sesuai dengan radius aman yang telah ditetapkan.

Selain peningkatan aktivitas kegempaan, hasil pemantauan menggunakan alat tiltmeter di beberapa pos pengamatan juga memperlihatkan gejala inflasi atau pengembangan tubuh gunung.

Fenomena tersebut mengindikasikan adanya penumpukan tekanan di dalam tubuh Gunung Anak Krakatau.

Badan Geologi pun mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi maupun lontaran material pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Warga yang tinggal di kawasan pesisir Selat Sunda juga diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti setiap arahan yang disampaikan pemerintah daerah maupun petugas pemantau gunung api.

Di sisi lain, pemerintah daerah bersama instansi terkait telah diminta menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan memperkuat koordinasi sebagai antisipasi apabila aktivitas vulkanik terus meningkat.

Badan Geologi menegaskan pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif selama 24 jam.

Pengawasan dilakukan melalui jaringan seismik, alat pemantau deformasi, serta observasi visual guna mendeteksi sedini mungkin setiap perubahan aktivitas gunung api tersebut.

Editor : Ali Mustofa
#gempa vulkanik #kawah gunung #gunung anak krakatau #wisatawan