Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Harga BBM Nonsubsidi Turun Mulai 1 Juli 2026, Pertamax Tetap, Dex hingga Turbo Lebih Murah

Nabila Agustin • Kamis, 2 Juli 2026 | 14:30 WIB
Bahan Bakar Minyak (BBM). (Antara)
Bahan Bakar Minyak (BBM). (Antara)

RADAR KUDUS – PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026.

Penyesuaian ini berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, hingga Avtur, sementara harga Pertamax (RON 92) diputuskan tetap.

Berdasarkan penyesuaian harga terbaru, Pertamax Turbo turun menjadi Rp19.300 per liter dari sebelumnya Rp20.750 per liter.

Dexlite turun dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex mengalami penurunan terbesar, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter atau sekitar 15 persen.

Sementara itu, harga Pertamax tetap berada di level Rp16.250 per liter di wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen.

Adapun BBM subsidi tidak mengalami perubahan, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Di sejumlah daerah, harga BBM dapat berbeda mengikuti besaran PBBKB.

Untuk wilayah Kalimantan Timur, misalnya, harga Pertamax tetap berada di angka Rp16.650 per liter.

Pertamax Turbo dijual Rp19.750 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.650 per liter.

Menurut Pertamina, harga BBM nonsubsidi dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar.

"Evaluasi harga BBM non subsidi dilakukan secara berkala bisa dalam periode waktu tertentu," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun.

Ia menambahkan, apabila tren harga minyak dunia terus menurun dalam periode tertentu, maka penyesuaian harga BBM nonsubsidi kembali dapat dilakukan sesuai mekanisme pasar.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat bersabar terkait belum turunnya harga Pertamax.

Menurutnya, pemerintah juga harus mempertimbangkan kondisi ketika harga minyak dunia sebelumnya sempat melonjak namun harga BBM tidak langsung dinaikkan.

"Kita lihat saja, teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan," ujar Bahlil.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai harga Pertamax seharusnya ikut turun seiring melemahnya harga minyak mentah dunia.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal mengatakan penurunan harga Pertamax dapat membantu menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.

Senada, Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menilai harga BBM nonsubsidi semestinya mengikuti mekanisme pasar agar tidak mendorong perpindahan konsumen ke BBM bersubsidi yang berpotensi meningkatkan antrean dan membebani kuota Pertalite.

Daftar harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026 (wilayah PBBKB 5 persen):

·         Pertalite: Rp10.000/liter

·         Biosolar: Rp6.800/liter

·         Pertamax: Rp16.250/liter (tetap)

·         Pertamax Green: Rp17.000/liter (tetap)

·         Pertamax Turbo: Rp19.300/liter

·         Dexlite: Rp19.700/liter

·         Pertamina Dex: Rp21.150/liter

·         Avtur: Rp19.190/liter (sebelum pajak di Bandara Soekarno-Hatta)

Editor : Ali Mustofa
#dexlite #bahan bakar minyak #pertamina