Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Tragedi Pejuang Skripsi: Mahasiswi Semester Akhir di Tulungagung Wafat di Kamar Kos Usai Begadang hingga Dini Hari

Ghina Nailal Husna • Senin, 29 Juni 2026 | 21:01 WIB
Tragedi Pejuang Skripsi: Mahasiswi Semester Akhir di Tulungagung Wafat di Kamar Kos Usai Begadang hingga Dini Hari
Tragedi Pejuang Skripsi: Mahasiswi Semester Akhir di Tulungagung Wafat di Kamar Kos Usai Begadang hingga Dini Hari

 

RADAR KUDUS — Kabar duka yang menyayat hati datang dari dunia akademik di Jawa Timur.

Seorang mahasiswi tingkat akhir berusia 25 tahun dari jurusan pariwisata Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar kosnya yang terletak di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu pagi.

Peristiwa memilukan ini mengejutkan lingkungan kampus dan warga sekitar, lantaran sebelum ditemukan tutup usia, korban dikenal tengah berjuang keras menyelesaikan tugas akhir (skripsi) sebagai syarat kelulusannya sebagai sarjana.

Baca Juga: Tragis! Tiga Pekerja Percetakan di Jakarta Pusat Diduga Disekap Tiga Pekan dengan Kaki Terborgol di Gudang

Kronologi Kejadian: Berkejaran dengan Tenggat Waktu Tugas Akhir

Berdasarkan runtutan informasi yang dihimpun oleh pihak kepolisian, aktivitas korban sebelum meninggal dunia dipenuhi dengan jadwal yang sangat padat.

Perjuangan akademis korban bermula sejak Jumat sore seusai dirinya menyelesaikan urusan di lingkungan kampus.

  • Pengerjaan Kelompok: Demi mengejar tenggat waktu kelulusan, korban bersama sejumlah rekan kuliahnya memutuskan untuk mengerjakan draf skripsi bersama-sama di kamar kosnya.

  • Begadang hingga Dini Hari: Ambisi dan dedikasi yang tinggi membuat kelompok mahasiswa ini terus terjaga membedah materi skripsi mereka hingga larut malam.

  • Waktu Istirahat: Keterangan saksi menyebutkan bahwa korban baru menyudahi aktivitas mengetiknya dan memutuskan untuk tidur sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Seusai korban tertidur, rekan-rekan kuliahnya pamit untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing.

Pada Sabtu pagi, beberapa teman yang melintas sempat melihat posisi korban dari luar kamar dan mengira almarhumah hanya sedang tertidur pulas akibat kelelahan pasca-begadang. 

Namun, kecurigaan mulai muncul ketika mereka kembali ke kos tersebut sekitar pukul 10.00 WIB untuk melanjutkan bimbingan mandiri. 

Saat tubuhnya dibangunkan, korban sudah tidak memberikan respons, dalam kondisi kaku, dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Hasil Olah TKP: Dipicu Riwayat Medis Kronis

Mendapat laporan dari masyarakat, tim Satreskrim Polsek Kedungwaru bersama tim medis puskesmas setempat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Pernyataan Kepolisian: Berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar sementara, tim dokter memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, trauma fisik, atau unsur pidana pada tubuh mahasiswi tersebut.

Pihak kepolisian menduga kuat bahwa korban mengembuskan napas terakhirnya pada waktu menjelang subuh akibat mengalami serangan jantung mendadak (cardiac arrest).

Dugaan ini diperkuat oleh pihak keluarga korban yang membenarkan bahwa almarhumah memang memiliki riwayat penyakit jantung kronis.

Kombinasi antara kelelahan fisik yang ekstrem, kurangnya waktu istirahat, serta tekanan psikologis dalam menyusun skripsi disinyalir menjadi pemicu melemahnya kondisi jantung korban pada malam naas tersebut.

Alarm Pentingnya Menjaga Kesehatan bagi Mahasiswa Akhir

Baca Juga: Pergeseran Gaya Hidup Sehat: 94% Gen Z dan Milenial Indonesia Kini Rutin Olahraga, Lari dan Gym Jadi Tren Utama

Tragedi ini menjadi alarm pengingat yang sangat keras bagi kalangan mahasiswa, khususnya mereka yang sedang berada di semester akhir. 

Tekanan akademis yang tinggi sering kali membuat mahasiswa mengabaikan pola hidup sehat, menunda waktu makan, hingga memotong jam tidur secara drastis demi gelar akademis.

Pihak kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian salah satu mahasiswi terbaiknya dan mengimbau seluruh civitas akademika untuk tetap memprioritaskan kondisi kesehatan fisik dan mental di atas tugas-tugas perkuliahan. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#mahasiswi meninggal di kos #pejuang skripsi Tulungagung #UIN Satu Tulungagung #korban serangan jantung #bahaya begadang mahasiswa